Advertisement
Advertisement
Advertisement

Terima Banyak Keluhan, DPRD Lamongan Minta Area Parkir Berlangganan Diperjelas

A
Penulis: Ahmad Asif Alafi❯
MINTA DIMAKSIMALKAN: Juru parkir di salah satu ruas jalan. Komisi D DPRD Lamongan meminta adanya pengawasan terhadap jukir diperketat. (ANJAR DWI PRADIPTA/RDR.LMG)
MINTA DIMAKSIMALKAN: Juru parkir di salah satu ruas jalan. Komisi D DPRD Lamongan meminta adanya pengawasan terhadap jukir diperketat. (ANJAR DWI PRADIPTA/RDR.LMG)

LAMONGAN, RADARLAMONGAN.CO - Komisi C DPRD Lamongan mendorong retribusi parkir bisa mencapai target, serta meminta Dishub Lamongan mencari solusi terkait keluhan parkir berlangganan yang masih ditarik.


Advertisement

Ketua Komisi C DPRD Lamongan, Mahfud Shodiq menjelaskan, realisasi retribusi parkir baru terealisasi 72,78 persen. Sehingga, pihaknya meminta agar target bias terpenuhi seratus persen.

‘’Target retribusi telah ditetapkan, jadi tidak ada alasan tidak bisa terpenuhi, maka kami minta kerja secara maksimal dan optimal oleh Dishub,’’ ucapnya.

Mahfud menampung banyak terjadi keluhan, yang membuat persoalan parkir ini cukup rumit. Masyarakat merasa sudah bayar retribusi parkir berlangganan ketika bayar pajak kendaraan, tapi saat parkir masih harus bayar.

Advertisement

‘’Makanya kami minta hal seperti itu jangan sampai terjadi. Kami juga minta area parkir berlangganan diperjelas, sehingga masyarakat tahu dan tidak merasa dirugikan lagi,’’ ujarnya.

Anggota Komisi C DPRD Lamongan, Umar Buwang mengatakan, pihaknya bakal mengkaji ulang dengan dinas terkait. ‘’Mungkin nanti minta waktu Dishub Lamongan untuk paparan urusan ini,’’ ucapnya.

Salah satu masyarakat Lamongan, Novriandi Joshua merasa kecewa. Sebab, dia merasa sudah membayar retribusi parker berlangganan saat perpanjangan STNK. ‘’Ya kecewa, harapan saya ada tulisan itu (area parkir berlangganan, red) tidak ditariklah,’’ ujarnya.

Advertisement

Kepala Dishub Lamongan, Dianto Hari Wibowo menjelaskan, realisasi retribusi parkir mulai Januari hingga Selasa (11/11) sebesar 72,78 persen. Dianto, sapaan akrabnya menjelaskan, untuk target retribusi parkir berlangganan yakni Rp 8,9 miliar lebih.

Sedangkan target retribusi parkir harian Rp 305 juta. Untuk realisasi parkir berlangganan Rp 6,5 miliar, serta untuk harian Rp 234 juta. ‘’Untuk parkir harian sebisa mungkin target tercapai,’’ ucap Dianto. (sip/ind)

Advertisement
Editor : Anjar D. Pradipta
Sumber : Radar Lamongan

Artikel Terkait

Dugaan Pungutan PTSL di Desa Brengkok Bergulir, Komisi A DPRD Lamongan Tunggu Hasil Pemeriksaan

Dugaan Pungutan PTSL di Desa Brengkok Bergulir, Komisi A DPRD Lamongan Tunggu Hasil Pemeriksaan

Aduan dugaan pungutan program pendaftaran tanah sistematis lengkap (PTSL) di luar ketentuan di Desa Brengkok, Kecamatan Brondong, menjadi perhatian Komisi A DPRD Lamongan.

Pendapatan Turun, Defisit Membengkak, P-APBD Lamongan 2026 Disetujui 

Pendapatan Turun, Defisit Membengkak, P-APBD Lamongan 2026 Disetujui 

Pos belanja daerah diproyeksikan membengkak, sementara sektor pendapatan justru mengalami koreksi turun.

Pemkab Lamongan Genjot Normalisasi Irigasi, Komisi C DPRD Minta Jadi Prioritas Setelah Jamula.

Pemkab Lamongan Genjot Normalisasi Irigasi, Komisi C DPRD Minta Jadi Prioritas Setelah Jamula.

Ketua Komisi C DPRD Lamongan Mahfud Shodiq meminta normalisasi embung dan saluran irigasi harus menjadi salah satu program prioritas, setelah program Jamula.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer