Advertisement
Advertisement
Advertisement

Dinas Kesehatan Lamongan Deteksi 22 Kasus Campak 

R
Penulis: Rika Ratmawati❯
Grafis data kasus campak di Lamongan. (Ainur Ochiem/Radar Lamongan)
Grafis data kasus campak di Lamongan. (Ainur Ochiem/Radar Lamongan)

Advertisement

 

radarlamongan.co - jawaposradarlamongan - Penyakit campak tetap harus diwaspadai. Kepala Dinas Kesehatan Lamongan, dr Chaidir Annas, melalui Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular, dr Yani Khoirurakhmawati, menjelaskan, hingga bulan ini terdata 22 kasus campak. 

Sebagian di antaranya masih suspek dan menunggu hasil laboratorium.

Advertisement

Menurut dia, pasien dinyatakan suspek karena ada gejala awal panas, batuk, pilek disertai ruam.

Pasien yang suspek tersebut masih dilakukan penanganan dan pemeriksaan lanjutan untuk mengetahui virusnya seganas apa.

Advertisement

Sebab, pernah terjadi pasien meninggal pada hari ketiga karena panas, batuk, dan pilek, namun kondisinya diperparah jumlah virus yang tinggi serta komorbid.

“Mudah-mudahan kasusnya bisa ditekan, karena kami terus berusaha untuk melakukan surveilans, pengawasan, dan vaksin,” jelasnya. 

Yani mengatakan, selain jumlah virusnya, kondisi tubuh pasien dan lingkungannya perlu dianalis.

Virus akan terus bermutasi. Bahkan, mereka yang sudah dilakukan imunisasi, memori imunisasinya bisa terhapus apabila dna yang sama dengan campak. 

Yani menambahkan, upaya yang bisa dilakukan saat ini dengan melengkapi imunisasi.

Advertisement
Editor : Arya Nata Kesuma
Sumber : Radar Lamongan

Artikel Terkait

Relatif Tinggi, Kasus DB di Lamongan Tercatat 187 Kasus

Relatif Tinggi, Kasus DB di Lamongan Tercatat 187 Kasus

Kepala Dinkes Lamongan, dr Chaidir Annas, melalui Kabid P2P, Yani Khoirurrakhmawati, berharap tidak sampai ada penderita DB yang meninggal. Pasien bisa disembuhkan semua. 

Progres Puskesmas Kusuma Bangsa Lamongan Tinggal Tunggu Alkes 

Progres Puskesmas Kusuma Bangsa Lamongan Tinggal Tunggu Alkes 

Kepala Dinas Kesehatan Lamongan, dr Chaidir Annas, menjelaskan, rehab Puskesmas Kusuma Bangsa selesai sesuai target, 60 hari.

Enam Bulan, Nyawa 58 Bayi di Lamongan Melayang. Berikut Faktor Penyebabnya

Enam Bulan, Nyawa 58 Bayi di Lamongan Melayang. Berikut Faktor Penyebabnya

Kasus angka kematian ibu (AKI) serta angka kematian bayi (AKB) terus menjadi perhatian serius.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer