LAMONGAN, Radar Lamongan – Tak hanya Stadion Surajaya Lamongan, kandang Persela Lamongan, yang ditargetkan berstandar FIFA. Stadion tetangga Lamongan, Stadion Gelora Joko Samudro Gresik, kandang Gresik United, juga diharapkan sesuai standar persepakbolaan internasional.
Namun, anggaran yang dikucurkan berbeda. Stadion Surajaya Lamongan dikucuri hampir Rp 300 miliar atau sekitar Rp 292 miliar dari Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kementrian PUPR). Stadion kebanggaan warga Kota Lamongan itu harus dibongkar total.
Sementara Stadion Gelora Joko Samudro Gresik mendapat suntikan Rp 108 miliar dari Kementrian PUPR. Stadion Gelora Joko Samudro Gresik hanya perlu direvitalisasi.
Seperti dilansir Radar Gresik, dengan turunnya anggaran tersebut, seluruh tribun beton yang ada di stadion kebanggaran warga Kota Pudak ini bakal menjadi tribun berkursi alias single seat yang bisa dilipat.
Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengatakan, sebanyak 22 ribu kursi penonton rencananya yang dipasang di Stadion Gelora Joko Samudro Gresik. Kursi – kursi itu bakal dipercantik dengan sarung kursi atau penutup kain yang membentuk tulisan Gresik United.
‘’Sebenarnya pola huruf pada kursi ini ingin kami sesuai dengan nama klub seperti stadion di Eropa. Namun hal itu dilarang karena stadion ini milik pemerintah. Jadi untuk mengsiasati agar tetap terlihat ini markas GU, akan kami berikan sarung kursi yang bisa dibaca,’’ ujar Bupati Gresik.
Tanya tribun beton yang dipermak dan diganti kursi. Sarana prasarana lain seperti renovasi ruang ganti pemain, penggantian rumput lapangan, penataan tribun kelas ekonomi dan kursi kelas VIP juga bakal direvitalisasi. Tujuannya, Stadion Gelora Joko Samudro Gresik bisa menjadi stadion berstandar FIFA.
‘’Sesuai dengan target revitalisasi Gelora Joko Samudro akan selesai pada bulan Agustus 2024. Semoga ini menjadi semangat tahun baru, stadion baru,” imbuh Presiden Gresik United tersebut.
Bagaimana dengan rencana terkait pembangunan atap tribun untuk sisi timur? "Untuk atap tribun sisi timur sementara belum karena memang saran dari FIFA untuk stadion dengan atap keliling tidak direkomendasikan," tutur Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani. (*)
Editor : Arya Nata Kesuma