LAMONGAN, Radarlamongan.co – Peralihan dari kendaraan bahan bakar minyak (BBM) ke kendaraan listrik perlahan mulai terjadi di Kota Soto. Perusahaan Listrik Negara (PLN) mengantisipasi, dengan menyediakan stasiun pengisian kendaraan listrik umum (SPKLU) untuk mobil listrik di delapan titik.
Hal ini sesuai dengan Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 2023, untuk penyediaan infrastruktur pengisian listrik untuk kendaraan bermotor listrik berbasis baterai adalah PT PLN.
Asisten Perekonomian dan pembangunan Kabupaten Lamongan, Edy Yunan Ahmadi menjelaskan, penyediaan SPKLU menjadi komitmen bersama dalam program peningkatan penggunaan kendaraan listrik berbasis baterai.
‘’Dengan tujuan memudahkan konsumen dalam mengecas baterai kendaraan listrik. SPKLU yang sudah dipasang itu sementara untuk mobil,’’ terang Yunan, sapaan akrabnya
Lima titik SPKLU berada di fasilitas umum milik Pemkab Lamongan, meliputi satu unit di halaman parkir gedung Pemkab Lamongan, dua titik di Alun-Alun Lamongan, dan dua titik di halaman Sport Center Lamongan.
Dua titik lainnya di Masjid Namira dan Universitas Muhammadiyah Lamongan (UMLA).
‘’Untuk pemeliharaan dan apabila terjadi gangguan sudah menjadi kewenangan dari PT PLN,’’ ujarnya.
Kabid Angkutan Dinas Perhubungan Lamongan, Tony Ariantoro mengatakan, saat ini SPKL masih model satu tiang. Kedepan akan dibenahi dengan memberikan pengamanan atas agar tidak kehujanan. Selain itu, nantinya juga akan diberi marka biru SPKL di Alun-Alun Lamongan.
‘’Ada tanda pengecasan mobil listrik, cuma bertahap,’’ imbuhnya. ‘’Dengan adanya ini (SPKL, Red) harapan mengurangi gas buang, masyarakat beralih kendaraan listrik,’’ sambungnya. (sip/ind)
Editor : Anjar D. Pradipta