radarlamongan.co – jawaposradarlamongan – Dalam beberapa tahun terakhir, saham Persatu Tuban dikuasai politisi PKB.
Mulai dari Fahmi Fikroni (anggota DPRD Tuban), Miyadi (anggota DPRD dan Ketua DPC PKB Tuban), Ratna Juwita Sari (anggota DPR RI dan politikus PKB), dan Nasrudin Ali (pengusaha dan politikus PKB).
Namun, menghadapi kompetisi Liga 4 musim ini, Eko Wahyudi, anggota DPR RI dari Partai Golkar, mengakusisi saham Persatu tersebut.
Tidak ada transaksi rupiah dalam proses pengambilalihan klub berjuluk yang berdomisili di Bumi Wali Tuban tersebut.
Namun, para pemegang saham tetap memberikan syarat dalam kesepakatan agar Laskar Ronggolawe bisa berprestasi.
"Dalam dua tahun pertama, minimal lolos kompetisi nasional. Lalu di tahun ketiga naik kasta ke Liga 3. Kalau itu bisa terpenuhi, Persatu akan secara otomatis menjadi milik Mas Eko Wahyudi,’’ ujar Fahmi Fikroni yang mewakili para pemegang saham, menyebutkan salah satu kesepakatan itu.
Menurut dia, pihak Eko Wahyudi juga menyatakan sepakat.
Kesepakatan lainnya di antaranya, pihak kedua (Eko Wahyudi) bersedia menyerahkan kembali kepengurusan PT Persatu Putra Tuban kepada pihak kesatu apabila Persatu yang dikelola pihak kedua tidak menjadi lebih baik dari sekarang.
Fahmi Fikroni yang juga menjadi direktur PT Persatu Putra Tuban itu mengatakan, peralihan saham Persatu ini menjadi bukti serius dari pemegang saham agar tim yang dulunya dikenal bermarkas di Stadion Lokajaya Tuban itu bisa lebih baik di tangan manajemen yang baru.
Baca Juga: Tim Pelatih Persela Lamongan Fokus Jaga Kebugaran Pemain Jelang Melawat ke Markas Barito Putera
Roni, sapaan akrab Fahmi Fikroni, menilai ada keseriusan Eko Wahyudi dalam menindaklanjuti keinginannya mengelola Persatu.
"Dari keseriusan itu (melalui komunikasi secara pribadi, Red), akhirnya semua pemegang saham tidak keberatan melepas sahamnya. Ini sekaligus bukti bahwa kami (pemegang saham, Red) tidak neko-neko, kami siap melepas semua saham dengan nol rupiah,’’ ujarnya seperti dilansir Radar Tuban. (*)
Editor : Arya Nata Kesuma