LAMONGAN, Radarlamongan.co - Kekalahan Persela 0-1 dari Persijap membuat sejumlah suporter emosi, serta merusak fasilitas di Stadion Tuban Sport Center (TSC), Selasa (18/2).
Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi mengucapkan permintaan maafnya kepada Pemkab Tuban, atas kerusakan Stadion TSC dalam pertandingan terakhir babak delapan besar.
Bupati Yes mengaku akan berkomunikasi dengan Manajemen Persela, serta memastikan jika Pemkab Lamongan akan turut bertanggung jawab. Dia berharap, semua bisa berbenah dari kejadian ini untuk menjadi lebih baik.
‘’Saya sampaikan permintaan maaf untuk Pemerintah Tuban. Saya secara pribadi juga sudah menyampaikan langsung kepada Bupati Tuban. Intinya kami siap bertanggung jawab,” tutur Bupati Yes.
Manajer Persela Fariz Julinar Maurisal mengatakan, insiden ini merupakan luapan emosi para supporter, yang memiliki harapan tinggi agar persela lolos Liga 1. Fariz memastikan akan bertanggung jawab atas kerusakan di Stadion TSC.
‘’Saya tahu kalian kecewa, tapi ini merugikan tim, dan kita harus berbenah,” terangnya.
Laga yang sempat terhenti akhirnya dilanjutkan di Gelora Delta Sidoarjo, Rabu (19/2). Pertandingan berlangsung 11 menit dengan hasil sama 0-1 untuk Laskar Kalinyamat – julukan Persijap.
Hasil ini membuat Bhayangkara FC dan Persijap lolos ke fase berikutnya. Sedangkan, Persela dan PSKC Cimahi tetap di Liga 2 musim depan. Head Coach Persela, Zulkifli Syukur menuturkan, hasilnya tidak sesuai harapan.
‘’Kami mohon maaf dan saya ucapkan selamat untuk Persijap,” ucapnya.
Pemain Persela, Samsul Arif Munif mengatakan, timnya sudah berusaha maksimal hingga babak delapn besar.
‘’Kami memohon maaf karena belum bisa memberikan hasil yang baik untuk seluruh pendukung setia,’’ tutur striker asal Bojonegoro tersebut. (rka/ind)
Editor : Anjar D. Pradipta