Berita Utama Event Hobi Kriminal Lamongan Lamongan Banget Nasional Pendidikan Persela Politik Sportainment Tecno-Oto Wisata & Kuliner Wisata Kuliner

Sejumlah SMK Negeri di Lamongan yang Kekurangan Siswa Masih Menunggu Pengumuman Pemenuhan Kuota

Rika Ratmawati • Jumat, 3 Juli 2026 | 14:00 WIB
Sesuai jadwal, pengumuman pemenuhan kuota, cetak bukti, dan daftar ulang SPMB SMK Negeri untuk pemenuhan kuota dilaksanakan Sabtu (4/7). (GEMINI AI/RADAR LAMONGAN)
Sesuai jadwal, pengumuman pemenuhan kuota, cetak bukti, dan daftar ulang SPMB SMK Negeri untuk pemenuhan kuota dilaksanakan Sabtu (4/7). (GEMINI AI/RADAR LAMONGAN)

LAMONGAN, RADARLAMONGAN.CO - Sistem penerimaan murid baru (SPMB) SMK Negeri (SMKN) tahap empat jalur prestasi akademik memasuki tahap pengumuman dan daftar ulang.

Dalam juknis, daftar ulang SMKN dilakukan dua hari mulai Kamis (2/7) hingga Jumat (3/7).

Sejumlah SMKN belum mampu memenuhi kuota, masih memiliki kesempatan pada tahapan pemenuhan kuota.

Baca Juga: Terbukti Konsumsi Sabu-sabu Tiga Kali, Warga Desa Wanar Dituntut Lima Tahun Penjara dalam Sidang di PN Lamongan

Sesuai jadwal, pengumuman pemenuhan kuota, cetak bukti, dan daftar ulang untuk pemenuhan kuota dilaksanakan Sabtu (4/7).

Kepala SMKN Sambeng, Subkan mengaku, masih ada yang belum terisi penuh dari 13 rombongan belajar (rombel) yang dibuka.

Kekurangan ini murni karena pilihan jurusan, sehingga cukup sulit untuk ditambah.

Paling tinggi peminatnya jurusan teknik kendaraan ringan (TKR), yakni jumlah pendaftar mencapai 150 siswa lebih.

Baca Juga: Askab PSSI Lamongan Sambut Positif Tambahan Pemain Regulasi U-21 Liga Championship 2026/2027

Sementara jurusan busana, desain komunikasi visual (DKV), dan akuntasi peminatnya tidak banyak.

‘’Akan kita evaluasi permasalahannya dan mendata penyebab lulusan SMP tidak bersekolah ke SMK, agar menjadi bahan pertimbangan,” terangnya.

Sementara itu, Kepala SMKN 1 Lamongan, Sufaat menjelaskan, untuk lembaganya dari total 17 kelas terpenuhi semua.

Kemudian siswanya juga melakukan daftar ulang di hari pertama. Terdapat beberapa pendaftar yang harus tergeser ke pilihan dua maupun tiga.

Namun tidak sedikit juga calon murid baru yang hanya memilih satu lembaga. Jika tidak diterima maka PIN tidak bisa digunakan, karena terblokir dan dianggap sudah tidak diterima.

Baca Juga: Kasus Ganjal ATM di Halaman Disdik Lamongan, Penahanan Tersangka Diperpanjang

Sehingga selama pendaftaran, memang disarankan memilih lebih dari satu. Kecuali calon murid baru akan melanjutkan di lembaga swasta.

‘’Kalau semuanya daftar ulang, kita tidak perlu pemenuhan kuota, dan kami memantau hari pertama sudah banyak yang melakukan daftar ulang,” ujarnya. (rka/ind)

Editor : Indra Gunawan
#SMKN #lamongan