Berita Utama Event Hobi Kriminal Lamongan Lamongan Banget Nasional Pendidikan Persela Politik Sportainment Tecno-Oto Wisata & Kuliner Wisata Kuliner

Respons Kasus SDN di Karanggeneng, Ini Kejadiannya versi Kepala Dinas Pendidikan Lamongan

Arya Nata Kesuma • Selasa, 7 Mei 2024 | 21:00 WIB
Kepala Dinas Pendidikan Lamongan, Ir Munif Syarif (ISTIMEWA/RADAR LAMONGAN)
Kepala Dinas Pendidikan Lamongan, Ir Munif Syarif (ISTIMEWA/RADAR LAMONGAN)

LAMONGAN, Radar Lamongan — Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Lamongan, Ir Munif Syarif, kemarin (6/5) menjadi inspektur upacara di SDN yang menjadi pembicaran banyak orang.

Sebab, salah seorang orang tua siswa di SDN tersebut melapor ke Polres Lamongan karena merasa anaknya diduga meninggal karena didorong temannya.

Munif menjelaskan kejadian itu berdasarkan laporan pihak SDN di Kecamatan Karanggeneng tersebut.

Menurut dia, korban waktu itu di luar kelas bersama empat temannya.

Mereka bermain dan bercanda sambil menunggu upacara bendera. 

Korban kemudian menggoda temannya dengan menarik jilbab.

Selanjutnya, korban berlari. Namun, korban terpeleset dan terjatuh.

Sementara temannya, setelah memperbaiki jilbab, melihat korban terjatuh.

Temannya itu mencoba membantu korban.

Jadi bukan karena perundungan atau bully, apalagi korban dan temannya tersebut satu kelas.

"Saya pikir terlalu berlebihan (menyebut perundungan)," katanya. 

Munif berharap, setelah kejadian itu, siswa - siswi di SDN setempat tidak terganggu pelajarannya.

Mereka tetap belajar seperti biasanya.

"Makanya saya ke sana tadi," ucapnya.

Menurut Munif, kejadiannya Februari dan Ar meninggal pada Maret. Laporannya bulan ini.

Sebelumnya, Kasatreskrim Polres Lamongan, AKP I Made Suryadinata menyatakan telah memeriksa sembilan saksi yang terdiri atas kepala SDN, wali kelas, dan anak - anak yang berada di tempat kejadian perkara (TKP).

Berdasarkan keterangan mereka, korban bergurau dengan temannya, membenturkan bahu dengan bahu.

Lalu, korban menarik jilbab temannya hingga lepas.

Setelah itu, korban berjalan cepat untuk menghindari temannya.

Nahas, korban terpeleset dalam keadaan tengkurap. Insiden itu terjadi 19 Februari.

Setelah terjatuh, korban dibawa ke puskesmas terdekat dan dibawa pulang.

Keesokan harinya, korban dibawa ke RSML dan dirujuk ke RSU dr Soetomo Surabaya.

Setelah menjalani perawatan, korban akhirnya meninggal dunia pada 11 Maret.

Berdasarkan hasil pemeriksaan, korban mengalami luka di bagian pankreas akibat benturan.

Kasus ini dilaporkan karena pihak keluarga korban merasa tidak ada itikad baik dari pihak sekolah maupun keluarga teman korban. (mal/yan)

Editor : Arya Nata Kesuma
#Karanggeneng #SDN #Kepala Disdik #lamongan #kasus #Motivasi Anak