radarlamongan.co - jawaposradarlamongan - Komitmen Pemkab Lamongan dalam mendukung swasembada pangan nasional juga dibuktikan di sektor hulu.
Salah satu fokusnya, mempercepat pemerataan pembangunan jalan usaha tani (JUT). Hingga memasuki awal semester II tahun ini, proyek infrastruktur pertanian tersebut dikebut.
Dari total 112 titik JUT yang dibidik tahun ini, progres di lapangan menunjukkan 60 persen di antaranya sudah berstatus berkontrak. Sementara 40 persen sisanya untuk pengerjaan fisik telah tuntas 100 persen.
Sekretaris Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Lamongan, Bakrudin Zuhri, menjelaskan, pembangunan JUT menjadi prioritas demi memotong rantai logistik pengangkutan hasil panen.
Dengan akses yang semakin mudah dan mulus, maka diharapkan nilai keuntungan yang dikantongi petani bisa bertambah.
Mereka kini bisa langsung bertransaksi dengan tengkulak di lokasi tanpa terbebani biaya angkut yang membengkak.
Baca Juga: Proyek TPST Dadapan Solokuro Mulai Tahap Pengurukan Lahan
Menurut dia, semua perbaikan JUT ini kontraktual melalui proses pengadaan barang dan jasa, E-PL. “Nilainya tidak besar, tapi manfaatnya dirasakan semua petani,” jelasnya.
Nilai setiap titik proyek bervariatif, Rp 120 juta — Rp 130 juta dengan jenis pekerjaan rabat beton dan makadam sesuai dengan usulan RAB. Bakrudin mengatakan, pembangunan JUT tahun ini meningkat dibandingkan tahun lalu yang hanya 72 titik.
Menurut dia, saat ini pola panen tradisional sudah bergeser. Para petani mulai jamak menerjunkan mesin panen modern berukuran besar seperti combine ke area persawahan. Jika akses jalan pertanian buruk, maka kendaraan berat tersebut akan kesulitan masuk yang berujung pada lambatnya masa panen dan meningkatnya risiko kerugian hasil padi.
Bakrudin menuturkan, pemkab berkomitmen dalam mendukung swasembada pangan. Selain memastikan modernisasi pertanian dan ketersediaan pupuk bersubsidi cukup, kemudahan infrastruktur juga terus dimaksimalkan. “Semoga dengan infrastruktur yang baik petani semakin diuntungkan,” harapnya. (rka/yan)
Editor : Arya Nata Kesuma