LAMONGAN, RADARLAMONGAN.CO - Pemerintah Kabupaten Lamongan melaksanakan Gerakan Pengendalian Organisme Pengganggu Tanaman Wereng Batang Coklat (Gerdal OPT WBC) serentak di sembilan kecamatan di Lamongan menggunakan drone bantuan Kementan di Desa Banjarmadu, Kecamatan Karanggeneng, Rabu (8/7).
Kegiatan Gerdal OPT WBC ini sebagai langkah antisipasi untuk pencegahan gagal panen dan menjaga status Lamongan sebagai lumbung pangan Jawa Timur.
Baca Juga: Proyek TPST Dadapan Solokuro Mulai Tahap Pengurukan Lahan
Bupati Lamongan, Dr. H. Yuhronur Efendi, MBA, M.Ek mengatakan, pengendalian serentak menjadi kunci memutus penyebaran wereng batang coklat yang sudah teridentifikasi di 19 kecamatan.
Sehingga upaya pengendalian harus dilakukan bersamaan untuk memaksimalkan hasil.
“Semoga melalui gerakan pengendalian hama terpadu ini bisa memutus penyebaran wereng dan petani bisa panen dengan hasil melimpah,” ujar Bupati Yes.
Langkah ini menjadi usaha mempertahankan capaian sektor pertanian Lamongan, yang selama ini menjadi penopang ketahanan pangan nasional.
Dan Lamongan memiliki total luas lahan pertanian mencapai 103 ribu hektare, dengan 95 ribu hektare lahan baku sawah.
Lahan pertanian ini 53 ribu hektare sawah tadah hujan dan 42 ribu hektare sawah irigasi, sisanya 7 ribu hektare bukan lahan sawah melainkan tanah bero yang berhasil ditanami padi.
Hal tersebut menjadikan Lamongan menjadi daerah dengan produksi padi tertinggi di Jawa Timur.
Berdasarkan angka BPS Jawa Timur Tahun 2025, produksi padi Lamongan mencapai 904 ribu ton gabah kering giling (GKG).
Menurut Bupati Yes, untuk mempertahankan capaian tersebut membutuhkan kewaspadaan terhadap ancaman organisme penggangu tanaman.
Berdasarkan data di lapangan periode 1 Juni hingga 3 Juli, luas areal waspada serangan WBC di Lamongan mencapai 2 ribu hektare yang tersebar di sejumlah kecamatan.
Yakni Kecamatan Sugio, Karangbinangun, Glagah, Sukodadi, Laren, Karanggeneng, Lamongan, Tikung, Kembangbahu, Sarirejo, Kedungpring, Sekaran, Pucuk, Babat, Modo, Maduran, Turi, Kalitengah, dan Deket.
Baca Juga: Sebanyak 25 Jabatan Kepala SD Negeri dan Dua Jabatan Kepala SMP Negeri di Lamongan Masih Kosong
Populasi WBC sekitar 10 hingga 20 ekor per rumpun. Jika tidak segera dikendalikan, wereng batang coklat berpotensi berkembang hingga tiga generasi dalam satu musim tanam, dan menyebabkan kerusakan tanaman hingga gagal panen.
“Kami bersyukur hama ini bisa ditemukan lebih awal dan bisa segera ditangani,” terang Bupati Yes.
Tenaga Ahli Wakil Mentan RI Mujiburrahman menambahkan, pemerintah pusat terus mengintervensi sektor pertanian melalui bantuan sarana dan prasarana agar dapat dimanfaatkan secara optimal oleh petani. Serta dapat mendukung swasembada pangan nasional. (rka/ind)
Editor : Indra Gunawan