radarlamongan.co - jawaposradarlamongan - Budidaya melon kian diminati. Salah satu petani melon Lamongan Mat Iskan, mengatakan, budidaya melon minim hama. Perawatannya juga lebih mudah.
Dia mengklaim beberapa petani di Kecamatan Paciran dan Brondong mulai beralih tanam melon.
“Sekarang kalau panen bersamaan bisa jadi wisata baru,” ujarnya.
Baca Juga: Bidikan Kayu, Emas Pertama, dan Mimpi yang Membentang ke Porprov
Mat Iskan menjelaskan, ketika panen bulan lalu, kualitas melon cukup baik.
Harganya bisa menembus Rp 22 ribu per kilogram (kg) untuk grade A. Sementara melon yang afkir dihargai Rp 7 ribu per kg.
Saat ini, lanjut dia, petani melon mulai tanam lagi. Jenis melon yang ditanam, lavender.
Baca Juga: Persela Lamongan Rancang Program Fisik Pemain
Jadwal panennya diperkirakan awal September dan harapannya bisa menembus pasar modern.
“Kalau bisa menembus pasar modern untungnya lebih besar, jadi budidaya ini menjanjikan,” katanya.
Mat Iskan menambahkan, kondisi cuaca tidak banyak terpengaruh bagi tanaman melon karena metodenya greenhouse.
Suhu bisa diatur dan penyakit bisa diantisipasi. Dia memiliki lahan 22 x 25 meter dengan jumlah seribu tanaman.
Hasilnya sekali panen 150 kg melon. Setahun, Mat Iskan memanen empat kali. (rka/yan)
Editor : Arya Nata Kesuma