radarlamongan.co - jawaposradarlamongan - Pembangunan jalan usaha tani (JUT) baru selesai 23 titik.
Tahun ini, ada 72 titik yang dialokasikan dalam DAU APBD.
Sekretaris Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Lamongan, Bakrudin, menjelaskan, saat ini 33 titik lainnya sedang dalam proses pengerjaan di lapangan.
Sedangkan sisanya, 16 titik, masih persiapan pengadaan barang dan jasa.
“Meski nilainya kecil tetap melalui tahapan pengadaan (LPSE) agar pekerjaan lebih transparan dan sesuai dengan spesifikasi,” jelasnya.
Alokasi pembangunan JUT Rp 90 juta – Rp 150 juta per titik.
Pekerjaannya rabat beton dan makadam, disesuaikan dengan usulan dan RAB-nya.
Target pembangunan jalan usaha tani maksimal Desember.
Menurut Bakrudin, jumlah titik yang dibangun tahun ini lebih banyak dibandingkan tahun sebelumnya, 30 titik.
Pembangunan jalan usaha tani ini peningkatan infrastruktur pertanian yang nantinya terkoneksi dengan jalan poros desa.
Dengan infrastruktur pertanian yang bagus, nantinya diharapkan bisa mengurangi biaya transaksi jual beli petani dan bisa memutus rantai penjualan. (rka/yan)
Editor : Arya Nata Kesuma