Berita Utama Event Hobi Kriminal Lamongan Lamongan Banget Nasional Pendidikan Persela Politik Sportainment Tecno-Oto Wisata & Kuliner Wisata Kuliner

Pink Moon Kembali Muncul Pada Bulan April, Fenomena Alam Cantik yang Tak Boleh Dilewatkan!

Redaksi • Senin, 30 Maret 2026 | 09:55 WIB
Fenomena pink moon diprediksi muncul di Indonesia Bulan April. (Gambar Gemini AI)
Fenomena pink moon diprediksi muncul di Indonesia Bulan April. (Gambar Gemini AI)

LAMONGAN, RADARLAMONGAN.CO - Fenomena pink moon diprediksi akan menghiasi langit Indonesia di awal bulan April.

Fase bulan purnama yang terjadi setiap bulan April ini menjadi momentum yang dinantikan oleh pengamat astronomi dan masyarakat luas.

Berdasarkan dari berbagai sumber, penyebutan pink moon berakar dari tradisi suku Amerika yang memanfaatkan siklus fase bulan untuk menandai pergantian musim.

Hal itu bertepatan dengan mekarnya bunga berwarna merah muda saat musim semi.

Baca Juga: Muscab DPC PKB Lamongan Berjalan Sukses. Jadi Momentum Melipatgandakan Kemenangan, Menghijaukan Lamongan

Meskipun fenomena bulan purnama banyak dikaitkan dengan mitos, tapi fakta menunjukkan bahwa ketika terjadi pink moon, bulan bukan berarti berubah warna menjadi merah muda. Warna bulan tetap keemasan, kuning pucat atau bahkan putih.

Melansir berbagai data astronomi, puncak purnama akan terjadi pada Tanggal 2 April 2026 sekitar pukul 09.11 WIB.

Meski puncak terjadi saat pagi hari, tapi tetap bisa dinikmati saat malam sebelum dan setelah puncaknya.

Pink moon disebut bisa dilihat dengan mata secara langsung. Dengan mencari lokasi terbuka dan arah pandang yang luas untuk melihat langit.

Baca Juga: RSUD dr. Soegiri Lamongan Luncurkan GEMES, Perkuat Layanan Humanis untuk Pasien

Manfaatkan daerah persawahan atau gedung tinggi yang jauh dari distraksi cahaya lampu untuk melihatnya lebih maksimal.

Kondisi cuaca yang mendukung menjadi potensi besar untuk mengamatinya secara maksimal.

Jika memiliki teropong, bisa dimanfaatkan sebagai alat bantu untuk mengamati detail-detail pada bulan.

Selain itu, benda langit lainnya juga tampak di dekat posisi bulan, seperti bintang paling terang di rasi Virgo (Spica).

Fenomena ini menjadi penting bagi banyak peneliti astronomi dan sebagai penentu kalender-kalender keagamaan.

Baca Juga: Persela Lamongan Taklukkan Persiba Balikpapan 2-0 di Stadion Surajaya

Fase bulan ini juga menjadi penanda siklus alam yang dapat diamati secara langsung oleh masyarakat luas.

Momen ini bukan sekadar peristiwa langit, melainkan tanda kebesaran pencipta yang menjadikan simbol tersendiri bagi seluruh umat beragama. (mgg/ind)

Editor : Indra Gunawan
#lamongan #alam terbuka