radarlamongan.co - jawaposradarlamongan - Raperda Perubahan (P) APBD Lamongan Tahun Anggaran 2026 resmi disetujui dalam rapat paripurna DPRD Lamongan, kemarin (21/9).
Pos belanja daerah diproyeksikan membengkak, sementara sektor pendapatan justru mengalami koreksi turun.
Juru Bicara Banggar DPRD Lamongan, Didik Biyanto, memaparkan, pendapatan daerah setelah perubahan ditetapkan Rp 3,018 triliun.
Baca Juga: Tidak Ada Tambahan Titik Lampu Baru untuk PJU di P-APBD
Angka itu turun Rp 59,601 miliar (1,94 persen) dari sebelum perubahan yang mencapai Rp 3,078 triliun.
Sebaliknya, belanja daerah naik Rp 26,823 miliar menjadi Rp 3,180 triliun dari semula Rp 3,153 triliun.
Kondisi tersebut membuat defisit anggaran membengkak Rp 86,424 miliar menjadi Rp 161,718 miliar.
Baca Juga: P-APBD 2026 Hujan Catatan dari Tujuh Fraksi DPRD Lamongan. Ini Alasannya
Defisit tersebut ditutup penuh melalui pembiayaan netto bernilai sama.
"Pembiayaan netto tersebut digunakan untuk menutup defisit anggran pendapatan dan belanja daerah tahun anggaran 2026 setelah perubahan. Sehingga, sisa lebih pembiayaan anggaran (silpa) tahun 2026 sebesar nol," ucapnya.
Banggar menyoroti kinerja BUMD yang belum dapat memberikan deviden kepada pemkab.
"Sehubungan dengan hal tersebut, badan anggaran meminta agar dilakukan pembenahan tata kelola internal dan manajemen perusahaan, guna meningkatkan kinerja dan kesehatan keuangan BUMD," ujarnya.
Ketua DPRD Lamongan, Freddy Wahyudi, mengatakan, fokus utama P-APBD 2026 adalah menggenjot PAD.
Dia mencontohkan menggali potensi dari PD Aneka Usaha. "Paling krusial itu terkait galian C, wajib naik," tuturnya.
Sementara itu, Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi, menuturkan, P-APBD 2026 difokuskan pada lima prioritas mendesak: infrastruktur dan konektivitas, ketahanan pangan dan sumber daya air, penguatan ekonomi lokal, peningkatan SDM, serta lingkungan hidup dan perlindungan masyarakat.
"Lima prioritas ini kita tetapkan agar anggaran yang tersedia tetap fokus pada kebutuhan yang mendesak dan dapat segera dilaksanakan," katanya. (sip/yan)
Editor : Arya Nata Kesuma