LAMONGAN, RADARLAMONGAN.CO - Komisi C DPRD Lamongan menyoroti molornya proyek pembangunan akses jalan menuju tempat pengolahan sampah terpadu (TPST) Dadapan, Kecamatan Solokuro.
Komisi yang membidangi pembangunan tersebut mendesak inspektorat untuk turun, mengawasi secara langsung proyek sepanjang 670 meter tersebut. Ketua Komisi C DPRD Lamongan, Mahfud Shodiq mengatakan, hasil sidak diketahui proyek baru terealisasi 35 persen, padahal pertengahan bulan ini harus sudah selesai.
Sehingga, diakuinya, waktu pengerjaan hanya tinggal hitugan hari, tapi masih banyak yang belum rampung. Seperti box culvert belum ada, gorong-gorong masih digali, dan masih dipedel.
‘’Sehingga kami merasa khawatir tidak bisa selesai tepat waktu yang telah disepakati, makanya kami minta pihak inspektorat untuk mengawal proyek itu,’’ ujarnya. ‘’Kami khawatir dengan keterbatasan waktu, bisa dikerjakan tapi asal-aslaan, kualitas tidak bagus,’’ sambungnya.
Jalan akses TPST Dadapan ini nilai proyeknya Rp 1,6 miliar dari PAK dan APBD Lamongan. Mahfud mengaku pesimistis jika proyek ini tidak bisa selesai sesuai dengan jatuh tempo waktu yang ditentukan.
Sehingga, pihaknya khawatir pekerjaan akan asal-asalan. Apalagi proyeknya berada di tengah hutan. Sehingga, pihaknya khawatir memiliki pemikiran tidak banyak yang tahu, yang membuat pengerjaannya asal-asalan.
‘’Kami tidak ingin hal itu terjadi, karena tidak mudah untuk mendapatkan proyek sebesar ini dalam kondisi APBD yang terseok-seok seperti tahun ini,’’ ucapnya. ‘’Kami tidak menutup kemungkinan akan turun kembali ke sana untuk mengawasi proyek itu, sehingga pekerjaannya tidak asal-asalan,’’ ucapnya.
Menurutnya, pemerintah pusat berencana menguncurkan anggaran miliaran rupiah, karena Lamongan dianggap siaga satu penanganan sampah yang butuh perhatian lebih. Sehingga, diakuinya, ini pintu awal yakni akan ada dapat proyek puluhan miliar dari pusat untuk Pembangunan TPA di Lamongan, khususnya TPST Dadapan.
‘’Oleh pemerintah pusat itu dikasih bantuan itu. Dengan syarat dikasih jalan oleh Pemda dan sudah dibuatkan jalan oleh pemda. Makanya pekerjaan pemborong jangan asal-aslaan, ini akan kita kawal pembangunan ini,’’ ucapnya.
Kontraktor pelaksana jalan Akses TPST Dadapan, Aris mengatakan, untuk saat ini sudah pengurukan dan pemadatan.
Pihaknya optimistis penyelesainnya bakal tepat waktu. Disinggung terkait belum adanya box culvert. Pihaknya mengaku sebenarnya hendak dikirim. Namun ada kiriman agregat yang akhirnya tidak bisa masuk, serta ditunda dulu sampai pemadatan baru masuk. Untuk Pembangunan jalan ini sekitar 670 meter.
‘’Harapan saya proyek ini, untuk pekerjaan tidak ada halangan. Mudah-mudahan cuaca tidak mendung ketika berusaha tepat waktu,’’ ucapnya. (sip/ind)
Editor : Anjar D. Pradipta