LAMONGAN, RADARLAMONGAN.CO – Terlihat sejumlah petani melakukan penyemprotan di areal persawahan di wilayah Kecamatan Turi, Minggu siang (27/7).
Mayoritas mengeluhkan tanaman padinya terserang jamur dan bakteri.
Kepala Dusun Plosolebak, Desa Tambakploso, Kecamatab Turi, Didik membenarkan, banyak tanaman padi umur 55 sampai 65 hari setelah tanam (HST) terkena jamur dan bakteri. Sehingga banyak petani melakukan penyemprotan sebagai bentuk antisipasi.
‘’Kendala sekarang ada yang terkena jamur sama bakteri,’’ tutur Didik saat ditemui di sawahnya.
Didik menjelaskan, tanaman padi yang terkena jamur ini mengakibatkan potong leher. Kemudian malai padi yang keluar menjadi putih dan tidak berisi. Sedangkan bakteri ini juga menyerang daun, yang juga mengakibatkan tanaman mati kalau tidak segera diatasi.
‘’Petani ini berharap dengan harga gabah tinggi, panen nanti bisa maksimal seperti kemarin,’’ ucapnya.
Salah satu petani setempat, Siswo mengatakan, padinya juga terkena jamur, sehingga harus segera diantisipasi.
‘’Mudah-mudahan tidak kenapa-kenapa, harapan kami panen bisa maksimal,’’ ujarnya.
Sementara itu, Ketua Komisi B DPRD Lamongan, Supono menuturkan, pihaknya juga baru berkumpul dengan masyarakat dan menerima aduan bahwa di Tikung ada hama tikus yang memakan padi.
Sehingga, pihaknya bakal memanggil OPD terkait untuk melakukan upaya preventif, terhadap serangan bakteri, jamur, dan hama tikus.
‘’Komisi B minta kepada dinas untuk segera melakukan upaya segera, melalui PPL turun. Meskipun belum jadi wabah, tapi hama tikus dan jamur ini harus segera ditangani, sehingga petani bisa tenang,’’ sambungnya.
Anggota Komisi B DPRD Lamongan, Muhammad Zahlul Kahel Iqbal menjelaskan, Komisi B mendorong OPD terkait untuk memberikan bantuan dan dukungan kepada petani yang terkena dampak serangan jamur dan hama tikus.
‘’Selain itu kami juga berharap adanya transformasi teknologi di sektor pertanian, agar prediksi cuaca terkait perubahan iklim mampu diadaptasi dengan bibit unggul yang tahan cuaca ekstrem,’’ kata politisi yang juga menjabat Ketua Fraksi NUKS tersebut.
Dikonfirmasi melalui telepon seluler, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Lamongan Mugito belum memberikan jawaban. Sedangkan, Sekretaris DKPP Lamongan M. Bakhrudin Zuhri belum bisa memberikan konfirmasi karena sedang ada kegiatan. (sip/ind)
Editor : Anjar D. Pradipta