LAMONGAN, RADARLAMONGAN.CO – Di tengah gencarnya pemerintah dalam pembentukan koperasi merah putih, tapi fakta di lapangan justru ditemukan ratusan koperasi yang tidak aktif.
Ketua Komisi B DPRD Lamongan, Supono menyoroti adanya 251 koperasi yang tidak aktif. Pihaknya mendesak OPD terkait untuk melakukan evaluasi, meningkatkan pengawasan, dan melakukan pembinaan.
‘’Saya menyampaikan pada saat hearing, terkait banyaknya koperasi yang tidak aktif. Jangan sampai kedepan koperasi merah putih ini ada yang seperti itu, karena program pemerintah pusat,’’ tutur politisi F-PDIP tersebut.
Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Lamongan, Etik Sulistyani menjelaskan, tercatat ada 1.880 koperasi di Lamongan, yang termasuk di dalamnya ada 474 koperasi merah putih. Disinggung penyebab 251 koperasi di Lamongan sudah tidak aktif.
‘’Mayoritas tidak aktif karena usahanya simpan pinjam, angsurannya macet, sehingga kolaps,’’ terang Etik.
Dia mengatakan, pihaknya sudah memberikan motivasi agar 251 koperasi ini untuk bisa bangkit kembali.
‘’Dengan memanfaatkan peluang-peluang yang ada, serta terus bersemangat dengan usaha yang baru, guna menyusun kekuatan baru lagi,’’ ujarnya.
Koperasi dituntut untuk lebih aktif menunjukkan perannya di tengah masyarakat, terutama dalam gencar melakukan publikasi.
Di era digitalisasi seperti ini, Etik meminta agar koperasi bisa membuktikan diri bukan sesuatu yang jadul atau kuno.
‘’Tetapi koperasi harus agile yakni lincah, inovatif, akuntabel dan cepat beradaptasi dengan perkembangan yang ada,’’ ujarnya. (sip/ind)
Editor : Anjar D. Pradipta