radarlamongan.co - jawaposradarlamongan - Dinas Kebudayaan, Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disbudporapar) Lamongan optimistis target Rp 90 juta dari sektor retribusi sewa Sport Center Lamongan (SCL) bakal tembus 100 persen di penghujung tahun.
Sebab, di pertengahan tahun, realisasi target yang dipatok sudah melampaui 50 persen.
Kepala Disbudporapar Lamongan, Siti Rubikah, melalui Kabid Keolahragaan, Fauzan Badri, mengatakan, setelah dievaluasi, progress sewa gedung yang dulunya bernama GOR itu cukup baik.
Baca Juga: DPRD Lamongan Dorong Tata Kelola untuk Tekan Kebocoran Pajak
Menurut dia, masih ada waktu beberapa bulan yang bisa dimaksimalkan agar bisa memenuhi target.
“Untuk PAD dipisahkan, SCL dan stadion sekarang berbeda karena regulasinya sudah dipisah,” ujarnya.
Fauzan menuturkan, SCL murni diperoleh dari biaya sewa fasilitas, baik yang dalam maupun luar.
Baca Juga: Pajak Mamin Tetap 10 Persen, Target Pendapatan Asli Daerah Dinaikkan, Segini Nilainya
Meski demikian, tidak semua kegiatan ditarik retribusi. Kegiatan penunjang pemerintahan dibebaskan dari biaya sewa, sehingga cakupan komersialnya terbilang terbatas.
Tahun — tahun sebelumnya SCL selalu berhasil memenuhi target.
Besaran tarif sewa juga telah diatur jelas sesuai payung hukum dan seluruh hasilnya langsung disetorkan ke kas daerah.
Selama ini, SCL menjadi langganan lokasi turnamen bergengsi seperti futsal hingga bola basket.
Pemeliharaan fasilitas penunjang yang mendesak, termasuk perbaikan titik atap yang bocor, selalu diperhatikan.
“Untuk yang bocor sudah diperbaiki, namun tidak ada peningkatan hanya pemeliharaan rutin,” tuturnya. (rka/yan)
Editor : Arya Nata Kesuma