Advertisement
Advertisement
Advertisement

DPRD Lamongan Dorong Optimalisasi Pendapatan Asli Daerah 

A
Penulis: Ahmad Asif Alafi❯
Penyerahan draf persetujuan RKUA PPAS tahun anggaran 2026 di ruang rapat paripurna DPRD Lamongan. (AHMAD ASIP/RADAR LAMONGAN)
Penyerahan draf persetujuan RKUA PPAS tahun anggaran 2026 di ruang rapat paripurna DPRD Lamongan. (AHMAD ASIP/RADAR LAMONGAN)

Advertisement

LAMONGAN, RADARLAMONGAN.CO - Banggar DPRD Lamongan memberikan beberapa saran dan rekomendasi, seperti pengoptimalan pajak, retribusi daerah, dan mendorong BUMD memberikan kontribusi PAD secara optimal.

Hal itu disampaikan dalam rapat paripurna persetujuan Rancangan Perubahan Kebijakan Umum APBD dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (RKUA PPAS)  tahun anggaran 2026, Kamis (13/8).

Advertisement

Juru Bicara Banggar DPRD Lamongan, Didik Biyanto mengatakan, pihaknya mengapresiasi komitmen dan tekad pemerintah daerah untuk terus meningkatkan PAD secara berkelanjutan, dengan target mencapai Rp 1 triliun pada Tahun 2029.

‘’Peningkatan PAD juga diharapkan dapat menjamin keberlanjutan pembangunan daerah dan pelayanan publik, mengurangi beban kewajiban daerah, serta meningkatkan kepercayaan dan daya tarik inevstasi di Kabupaten Lamongan,’’ katanya.

Banggar menilai potensi pendapatan dari sektor pajak dan retribusi daerah masih belum tergali dan terealisasi secara optimal.

Beberapa sektor yang perlu mendapatkan perhatian antara lain pajak makanan dan minuman, pajak mineral bukan logam dan batuan (MLBB), retribusi pelayanan parkir tepi jalan umum, retribusi pelayanan tempat rekresasi, pariwisata dan olahraga, penyediaan tempat khusus parkir di luar badan jalan, retribusi penyediaan tempat pelelangan ikan, serta berbagai potensi pendapatan daerah lainnya.

‘’Untuk mencapai target PAD diperlukan langkah nyata, terukur dan kebijakan yang fundamental dalam pengelolaan pajak dan retribusi daerah,’’ ucapnya.

Selain itu, Banggar juga mendorong agar Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) dapat memberikan kontribusi terhadap PAD secara optimal.

‘’Banggar menilai masih terdapat BUMD yang belum mampu memberikan kontribusi berupa deviden secara signifikan kepada daerah,’’ ujarnya.

Ketua DPRD Lamongan, M Freddy Wahyudi mengatakan, terdapat beberapa PAD dari beberapa sektor yang naik menjadi 3 persen. ‘’Semoga Lamongan semakin maju,’’ katanya.

Advertisement
Editor : Indra Gunawan

Artikel Terkait

CV Jioen Fishery Dikeluhkan Warga Akibat Pencemaran Lingkungan, Komisi C DPRD Lamongan Bakal Panggil Perusahaan 

CV Jioen Fishery Dikeluhkan Warga Akibat Pencemaran Lingkungan, Komisi C DPRD Lamongan Bakal Panggil Perusahaan 

Komisi C DPRD Lamongan menggelar rapat koordinasi tentang aduan masyarakat tentang pencemaran lingkungan dari CV Jioen Fishery, Jumat (31/7).

RKUA-PPAS Tahun 2027 Disetujui, DPRD Lamongan Dorong Revitalisasi BUMD

RKUA-PPAS Tahun 2027 Disetujui, DPRD Lamongan Dorong Revitalisasi BUMD

Rancangan Kebijakan Umum APBD dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (RKUA-PPAS) Tahun Anggaran 2027 disetujui bersama oleh Pemkab dan DPRD Lamongan, Senin (27/7), di ruang rapat paripurna DPRD Lamongan.

Dugaan Pungutan PTSL di Desa Brengkok Bergulir, Komisi A DPRD Lamongan Tunggu Hasil Pemeriksaan

Dugaan Pungutan PTSL di Desa Brengkok Bergulir, Komisi A DPRD Lamongan Tunggu Hasil Pemeriksaan

Aduan dugaan pungutan program pendaftaran tanah sistematis lengkap (PTSL) di luar ketentuan di Desa Brengkok, Kecamatan Brondong, menjadi perhatian Komisi A DPRD Lamongan.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer