radarlamongan.co - jawaposradarlamongan - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) serta Dinas Bina Marga, Cipta Karya, dan Tata Ruang Kabupaten Lamongan mengintensifkan perampingan pohon di sejumlah ruas jalan.
Tujuannya, meminimalisasi risiko pohon tumbang yang membahayakan pengendara.
Sekretaris DLH Lamongan, Teguh Ali Syahbudi, mengatakan, fokus perampingan saat ini menyasar pohon - pohon tua yang rantingnya cukup berbahaya.
Baca Juga: Ada Anggaran Pemeliharaan Rutin, DLH Rapikan Pohon
Dia memastikan proses perampingan tersebut dilakukan secara terukur tanpa mematikan pohon utama.
"Untuk perampingan terus berlanjut, dan kami berharap masyarakat terus koordinasi agar pekerjaan di lapangan lebih maksimal," jelasnya.
Tak sekadar merampingkan. DLH juga fokus pada peremajaan.
Tahun lalu, 60 titik pohon tabebuya telah ditanam untuk mempercantik kota.
Tahun ini, fokus dialihkan pada pemeliharaan dan penggantian pohon yang mati di ruas-ruas jalan kota.
Kepala Dinas Bina Marga, Cipta Karya, dan Tata Ruang Lamongan, Andhy Kurniawan, menyatakan, intensitas perampingan di ruas jalan kabupaten ditingkatkan selama musim penghujan.
Dinasnya tidak hanya memotong ranting, juga menebang pohon yang kondisinya sudah mati atau keropos.
Menurut dia, dinas terus berkoordinasi dengan kecamatan untuk membantu informasi apabila ada jalan di ruas kabupaten yang berbahaya.
Sementara perampingan dan pembersihan rumput liar dilakukan untuk menjaga keindahan wilayah.
"Kita tebang (pohon) kalau memang sudah mati dan mengganggu, nanti diganti yang baru," tuturnya.
Rencananya, tahun ini ada penambahan pohon asem dan sono di sejumlah ruas.
Di wilayah kabupaten, butuh pohon yang besar dan rindang.
Jika di kawasan kota, maka butuh tanaman yang cantik dan akarnya tidak merusak trotoar. (rka/yan)
Editor : Arya Nata Kesuma