LAMONGAN, Radarlamongan.co - Kasus demam berdarah di Lamongan masih tinggi. Triwulan pertama terdata sebanyak 379 kasus.
Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Dinas Kesehatan Lamongan, dr. Mafidhatul Laely menjelaskan, penularan DB didukung dengan intensitas hujan yang tinggi.
Bahkan dalam tiga bulan kemunculan kasusnya cukup tinggi. Meliputi Januari 213 kasus, Februari 126 kasus, dan Maret 40 kasus.
Menurut dia, bulan ini kemunculan kasus baru mulai terjadi penurunan. Karena triwulan kedua curah hujan biasanya turun, diharapkan bisa terjadi penurunan kasus baru.
‘’Meski kita tidak bisa terus berpacu pada curah hujan, tahun lalu musim kemarau juga terjadi lonjakan kasus, tapi minimal kita harus tetap waspada,” imbuhnya.
Fidha mengatakan, triwulan pertama inii terdapat dua kasus meninggal dunia. Penyebabnya perjalanan penyakitnya, dimana trombosit turun drastis meski sudah mendapatkan cairan infus. Pasien juga mengalami pendarahan, sehingga tidak terselamatkan.
Dia menuturkan, jika ditemukan gejala awal demam berdarah, sebaiknya langsung dilakukan pemeriksaan.
Sehingga pasien mendapatkan penanganan yang cepat dan tepat. Temuan kasus paling banyak di Kecamatan Brondong, karena wilayah tersebut padat penduduk.
‘’Kita upayakan agar kasusnya bisa ditekan dengan pencegahan sedini mungkin,” terangnya. (rka/ind)
Editor : Anjar D. Pradipta