LAMONGAN, Radarlamongan.co - Masalah kesehatan gigi dan mulut kerap muncul pada saat berpuasa, terutama keluhan bibir kering dan bau mulut. Terdapat beberapa tips menjaga kesehatan gigi dan mulut saat puasa.
Pertama menyikat gigi secara teratur. Cara mengatasi bau mulut yang biasanya muncul pada siang hari, disarankan untuk menggosok gigi minimal dua kali sehari, yakni setelah makan sahur dan sebelum tidur malam.
Jangan lupa membersihkan lidah karena sering ditempeli sisa makanan saat buka dan sahur.
Selain itu pada sela-sela gigi juga harus dibersihkan dengan benang gigi atau dental floss, karena tidak bisa dibersihkan menggunakan sikat gigi saja.
Kedua membersihkan karang gigi dan melakukan perawatan gigi yang berlubang.
Salah satu penyebab bau mulut adalah karang gigi yang menumpuk. Oleh sebab itu sangat dianjurkan membersihkan karang gigi enam bulan sekali.
Selain pembersihan karang gigi, perawatan pada gigi yang berlubang juga sangat penting. Sebab gigi berlubang yang dibiarkan akan menyebabkan sakit gigi dan infeksi.
Ketiga, memperbanyak makan sayur dan buah, terutama yang mengandung vitamin C. Dengan memenuhi kebutuhan vitamin yang seimbang, berbagai macam masalah, seperti sariawan dapat dihindari.
Keempat mengurangi makanan dengan aroma menyengat. Hindari makanan yang berbau menyengat, seperti petai dan jengkol.
Jenis makanan ini dapat memberi efek bau mulut yang lama di dalam mulut. Selain itu, masakan yang menggunakan terlalu banyak bawang juga bisa menimbulkan bau mulut.
Terakhir, cukupi kebutuhan cairan. Salah satu yang menjadi penyebab bau mulut adalah karena kekurangan kebutuhan cairan.
Pada saat berpuasa sering kali tubuh kita kekurangan asupan cairan yang cukup. Hal ini menyebabkan produksi air liur yang berguna untuk menetralkan asam dalam mulut menurun.
Karena itu, perlu minum air putih yang cukup untuk mengembalikan produksi air liur dalam mulut ke kondisi normal.
Kita dianjurkan untuk minum delapan gelas air putih atau setara dengan dua liter air setiap harinya.
Pada saat puasa dapat menerapkan pola 2–4–2, yaitu dua gelas air saat berbuka, empat gelas setelah salat tharawih atau sebelum tidur, dan dua gelas lagi saat sahur.(sip)
Editor : Anjar D. Pradipta