radarlamongan.co - jawaposradarlamongan - Pengerjaan Proyek TPST Dadapan, Kecamatan Solokuro masih berjalan.
Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup Lamongan Inganatul Muhimmah mengatakan, pembangunan TPST tersebut ditarget tuntas akhir tahun.
Pengerjaannya berdasarkan surat perintah kerja (SPK) mulai 19 Juni lalu dan ditangani pusat.
Saat ini, tahapannya pengurukan karena memanfaatkan lahan pekarangan. Lahan tersebut harus diratakan dulu. “Kita hanya memantau prosesnya, sudah mulai pengurukan,” ujarnya.
Himma menuturkan, pembebasan lahan sudah tuntas semua. Termasuk, tambahan akses jalan yang diselesaikan tahun lalu.
Selain bangunan fisik, rencananya alat pengolahan limbah hingga menghasilkan sampah RDF dituntaskan semua. Jika selesai, maka bisa segera dilakukan trial untuk difungsikan.
Baca Juga: Sebanyak 25 Jabatan Kepala SD Negeri dan Dua Jabatan Kepala SMP Negeri di Lamongan Masih Kosong
Himma menuturkan, desainnya juga sudah disepakati. Konsepnya gedung tertutup karena nanti pengolahan menggunakan mesin semua.
Bangunan ini sudah diperhitungkan untuk jarak tempat pengolahan dengan permukiman agar tidak mengganggu baunya. Akses jalan juga disiapkan untuk memudahkan keluar masuk truk sampah. Selain itu, ada penghijauan.
“Semua sudah diperhitungkan, utamanya segi keuntungan manfaatnya untuk masyarakat setempat,”tuturnya.
Jika TPST Dadapan beroperasi, lanjut dia, maka sampah dari wilayah utara seperti Kecamatan Maduran, Sekaran, Brondong, Solokuro, Brondong dan Paciran bisa ditampung. Bahkan bisa membantu mengurai masalah sampah di wilayah Kecamatan Babat, Pucuk, hingga Sukodadi.
Estimasinya, setiap harinya bisa menampung 50 ton sampah. Himma berharap, kolaborasi dalam pengelolaan sampah nantinya memiliki dampak berkelanjutan. Yakni mampu memberikan nilai ekonomi, serta menjadi sarana edukasi masyarakat dan meningkatkan kesadaran untuk membuang sampah di tempatnya. (rka/yan)
Editor : Arya Nata Kesuma