Berita Utama Event Hobi Kriminal Lamongan Lamongan Banget Nasional Pendidikan Persela Politik Sportainment Tecno-Oto Wisata & Kuliner Wisata Kuliner

Pajak Galian C Baru Terealisasi 7,6 Persen, DPRD Lamongan Minta Ada Evaluasi

Ahmad Asif Alafi • Senin, 6 April 2026 | 19:45 WIB
Potret aktivitas tambang galian C di kawasan Pantura Lamongan. (ASIF ALAFI/RADAR LAMONGAN)
Potret aktivitas tambang galian C di kawasan Pantura Lamongan. (ASIF ALAFI/RADAR LAMONGAN)

LAMONGAN, RADARLAMONGAN.CO –DPRD Lamongan meminta pemerintah daerah mengoptimalkan potensi pendapatan asli daerah (PAD), khususnya dari sektor pajak mineral bukan logam dan batuan (MBLB) atau galian C. Pasalnya, capaian pajak tersebut dinilai masih belum maksimal.

Tahun lalu, realisasi pajak MBLB tercatat Rp 1.136.623.205 atau 73,6 persen dari target Rp 1.543.944.400.

Baca Juga: Persela Lamongan Bertekad Sapu Bersih Sisa Empat Laga Liga Championship

Sementara hingga triwulan pertama tahun ini, realisasi baru mencapai Rp 131.726.340 atau 7,8 persen dari target Rp 1.669.942.000.

Ketua Komisi C DPRD Lamongan Supono mengatakan, capaian tahun sebelumnya harus menjadi bahan evaluasi.

Menurutnya, upaya peningkatan pendapatan harus terus dilakukan agar target minimal dapat tercapai.

‘’Kita harapkan ada potensi baru yang bisa digali, sehingga pendapatan dapat meningkat setiap tahun,” ujarnya.

Dia mengakui, target pajak MBLB memang tidak terlalu besar, karena kondisi di lapangan.

Baca Juga: Harga Plastik Dikabarkan Merangkak Naik, Simak Lima Tips Menyiasatinya

Meski begitu, pihaknya meminta agar kinerja pengelolaan tetap dioptimalkan. ‘’Kalau mineral bukan logam memang targetnya tidak besar,” tambahnya.

Terpisah, Ketua DPRD Lamongan M Freddy Wahyudi mendorong seluruh potensi PAD harus dimaksimalkan. Salah satunya dari sektor galian C yang dinilai masih belum tergarap optimal.

Dia mencontohkan daerah lain seperti Rembang yang mampu menghasilkan galian C hingga sekitar Rp 28 miliar per tahun.

Angka tersebut jauh di atas capaian Lamongan yang hanya sekitar Rp 1,1 miliar. Padahal Lamongan potensi alamnya lebih besar.

‘’Padahal potensi di Lamongan juga besar. Kalau dihitung secara rasional, seharusnya bisa lebih tinggi. Kami akan mendorong dinas terkait untuk meningkatkan pendapatan dari sektor ini,” ujarnya.

Baca Juga: Kecelakaan Maut di Duduksampeyan Gresik: Nyawa Warga Deket, Lamongan tak Tertolong 

Data yang dihimpun wartawan ini perolehan pajak galian C daerah tetangga juga cukup besar.

Seperti Tuban, tahun lalu pajak MBLB targetnya mencapai Rp 145 miliar, yang terealisasi Rp 140 miliar per tahun.

Sementara itu, Kepala Bapenda Lamongan Edy Yunan Achmadi menyebut, secara umum capaian PAD justru menunjukkan tren positif.

Hingga akhir Maret 2026, realisasi pendapatan pajak daerah melampaui target triwulan pertama.

Dari target Rp 41,83 miliar, realisasi mencapai Rp 55,37 miliar atau 132,3 persen.

Capaian tersebut dinilai sebagai hasil dari perbaikan sistem kerja yang lebih terarah serta optimalisasi digitalisasi layanan pajak.

‘’Kedepan, kami berkomitmen terus meningkatkan kinerja melalui optimalisasi, intensifikasi, dan berbagai terobosan baru,” pungkasnya. (sip/ind)

Editor : Indra Gunawan
#tambang batu