LAMONGAN, Radar Lamongan – Pembangunan palang pintu kereta api (KA) masih berlanjut. Tahun ini, direncanakan ada enam palang pintu manual yang dibangun di perlintasan kereta api.
Sekretaris Dinas Perhubungan Lamongan, Hermawan, mengatakan, sebenarnya ada 44 lokasi perlintasan yang direkomendasikan untuk dibangunkan palang pintu. Dari jumlah rekomendasi tersebut, sudah ada 21 lokasi yang terpasang palang pintu dan 10 lokasi lain terpasang palang pintu melalui swadaya.
“Kita tuntaskan bertahap sesuai dengan hasil rekomendasi untuk menurunkan risiko kecelakaan KA,” ujarnya.
Tahun ini, lanjut dia, kemungkinan hanya dibangun manual, menyesuaikan anggaran yang ada. “Kita bangun manual karena target pembangunan cukup banyak, sehingga memaksimalkan alokasi yang ada,” jelasnya.
Hermawan menuturkan, pembangunan palang pintu tidak bisa semuanya mengandalkan provinsi. Sebab, anggaran bantuannya terbatas. Daerah berupaya membangun palang pintu menggunakan APBD.
Menurut dia, seharusnya desa juga bisa mengalokasikan anggarannya melalui dana desa. Selain untuk upah penjaga, dana desa juga bisa digunakan untuk membangun palang pintu. “Kita akan melakukan sosialisasi ke desa untuk kerjasama pembangunan palang pintu. Ada 54 lokasi yang perlu ditingkatkan keselamatannya, mungkin yang di luar rekomendasi akan ditutup,” terangnya.
Menurut Hermawan, seluruh petugas akan dibekali pelatihan khusus sebelum menjalankan tugasnya.
Hermawan menjelaskan, tahun lalu ada pembangunan 12 palang pintu yang dilengkapi dengan teknologi terbaru. Sesuai standar operasional, ada sistem early warning system (EWS) yang memberikan peringatan otomatis bagi petugas jaga. (rka/yan)
Editor : Arya Nata Kesuma