LAMONGAN, RADARLAMONGAN.CO – Pintu masuk jalur lingkar utara (JLU) di Desa Plosowahyu, Kecamatan Lamongan menjadi momok pengendara. Minimnya penerang jalan umum (JLU) membuat insiden kecelakaan lalu lintas (laka lantas) kerap terjadi.
Mayoritas insiden truk menabrak tiang traffic light. Satlantas Polres Lamongan mencatat, dalam dua bulan terdapat insiden lima kali terjadi laka lantas di titik tersebut. Dua di antaranya dalam sebulan ini, yakni dua kali truk menabrak tiang traffic light. Meski begitu, hingga kini belum ada upaya preventif, agar kejadian serupa tak terjadi lagi.
‘’Tak ada korban jiwa, hanya saja kerugian material atas kejadian tersebut,’’ tutur Kasi Humas Polres Lamongan, Ipda M. Hamzaid.
Awal bulan ini, tiang traffic light di sisi tengah ambruk ditabrak truk awal bulan ini. Belum sempat diperbaiki, giliran tiang traffic light sisi selatan ambruk ditabrak truk nopol H 9438 OH, Selasa malam (11/11). Semula truk yang dikemudikan Suhartono, 48, tersebut melaju dari arah timur ke barat.
Sesampai di lokasi, truk tersebut oleng ke kanan hingga menabrak median jalan dan mobil dengan nopol L 1943 LE, yang dikemudikan oleh Lilis Karlina, 38, asal Desa Tawangrejo, Kecamatan Turi.
Tak berhenti sampai di situ, sopir truk asal Desa Sumberwudi, Kecamatan Karanggeneng itu lalu membanting setir ke kiri hingga menabrak tiang traffic light.
‘’Sudah dua kali dalam satu bulan ini (truk menabrak traffic light, red). Namun nantinya akan tetap berkoordinasi dengan dinas terkait. Sehingga ke depan agar tidak terjadi lagi,’’ ujarnya.
Wartawam koran ini belum mendapatkan konfirmasi dari Dinas Perhubungan (Dishub) Lamongan, terkait seringnya truk menabrak traffic light akibat minimnya PJU. (mal/ind)
Editor : Anjar D. Pradipta