Berita Utama Event Hobi Kriminal Lamongan Lamongan Banget Nasional Pendidikan Persela Politik Sportainment Tecno-Oto Wisata & Kuliner Wisata Kuliner

Jadi Peluang Usaha Menjanjikan, Berikut Cerita Peternak Kelinci di Desa Pangean, Kecamatan Maduran, Lamongan

Ahmad Asif Alafi • Minggu, 5 Juli 2026 | 13:30 WIB
Faruchqi Izzah Muhammad menunjukkan sejumlah kelinci yang dikembangbiakkan di rumahnya. (AHMAD ASIP/RDR.LMG)
Faruchqi Izzah Muhammad menunjukkan sejumlah kelinci yang dikembangbiakkan di rumahnya. (AHMAD ASIP/RDR.LMG)

LAMONGAN, RADARLAMONGAN.CO – Beternak kelinci tak sekadar hanya memberi pakan setiap hari. Kebersihan kandang hingga ketepatan memilih pakan, menjadi kunci agar kelinci tetap sehat dan produktif.

Hal itulah yang diterapkan Faruchqi Izzah Muhammad, pehobi sekaligus peternak kelinci asal Desa Pangean, Kecamatan Maduran.Di belakang rumahnya terdapat kandang sederhana ukuran sekitar 70 x 50 x 50 centimeter.

Puluhan kelinci lokal dipelihara di sana. Setiap kandang diisi seekor induk yang sedang bunting atau dua ekor saat proses perkawinan.

Baca Juga: Lama di Liga Arab, Pelatih Asal Sugio, Lamongan Gabung Staf Kepelatihan PSIS 

Faruchqi Izzah Muhammad mulai menekuni hobi sekaligus usaha ternak kelinci sejak 2019.

Ketertarikannya muncul karena kelinci dinilai memiliki banyak manfaat, mulai sebagai hiburan hingga peluang usaha yang menjanjikan.

‘’Saya tertarik karena kelinci bisa menjadi hiburan, menyenangkan hati orang, sekaligus memiliki nilai ekonomi,’’ ujar Uki, sapaan akrabnya.

Menurut Uki, menjaga kebersihan kandang merupakan hal paling penting dalam beternak kelinci. Karena itu, kandang selalu dibersihkan dua kali sehari, yakni pagi dan sore hari.

Selain kebersihan, pemberian pakan juga tidak boleh sembarangan. Sayur-mayur harus dilayukan terlebih dahulu sebelum diberikan kepada kelinci.

Baca Juga: Mantan Gelandang Persela Gabung di Jajaran Pelatih Timnas U-17

Sebab, pakan yang masih segar, seperti kangkung, memiliki kandungan gas dan getah yang dapat memicu kelinci mengalami kembung maupun diare.

‘’Saya lebih sering memberi hijauan yang sudah dilayukan, pagi dan sore,’’ jelasnya.

Dalam proses pengembangbiakan, Uki mengandalkan perkawinan alami. Induk betina baru dikawinkan setelah menunjukkan tanda. Setelah itu, induk betina dimasukkan ke kandang pejantan.

‘’Jangan kebalik, induk betina dimasukkan ke kandang jantan, karena kelinci teritorial,’’ ujarnya.

Dua minggu setelah perkawinan kemudian dilakukan Palpasi untuk mendeteksi kehamilan pemeriksaan kebuntingan.

Baca Juga: Petani Melon Wilayah Pantura Lamongan, Panen Bareng Jadi Wisata Baru

Jika belum bunting, proses perkawinan diulang. Sementara itu, induk yang telah bunting dipisahkan dari pejantan hingga masa melahirkan sekitar satu bulan.

‘’Kadang tidak sampai 30 hari sudah lahiran,’’ ucap Uki.

Untuk anak kelinci yang akan lahir, dia menyiapkan kotak khusus berisi rumput kering.

Menjelang melahirkan, induk betina secara naluriah mencabut bulunya sendiri untuk menghangatkan anak-anaknya. 

Meski memiliki prospek pasar yang cukup tinggi, Uki menilai, usaha ternak kelinci membutuhkan ketekunan. Tanpa kesabaran dan konsistensi, peternak akan sulit bertahan.

‘’Pasarnya sebenarnya bagus, tetapi masih banyak masyarakat yang belum tertarik. Padahal, kalau ditekuni hasilnya cukup menjanjikan,’’ katanya.

 

Selain memberikan peluang ekonomi, ternak kelinci juga memiliki manfaat lain. Diantaranya membantu mengurangi stres, menghasilkan pupuk organik untuk pertanian, dan menjadi hewan peliharaan yang mampu menghadirkan hiburan bagi banyak orang.

‘’Memiliki banyak manfaat untuk bidang pertanian organik. Sehingga meminimkan bahkan tanpa penggunaan pupuk kima,’’ ujarnya. (sip/ind)

Editor : Indra Gunawan
#hobi