LAMONGAN, Radarlamongan.co - Lamongan kembali membuktikan geliatnya sebagai kabupaten yang aktif membangun ketahanan pangan dari berbagai lini. Minggu (15/6) pagi, Alun-Alun Lamongan mendadak ramai dipenuhi keluarga dan pecinta hewan dari berbagai penjuru.
Bukan tanpa sebab, pameran hewan eksotis yang digelar oleh Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Lamongan ini sukses menyedot perhatian ribuan pengunjung.
Sejak pagi, suasana di pusat kota itu tampak meriah. Tenda-tenda stan berjajar rapi, ada 13 komunitas pencinta hewan hingga obyek wisata Maharani Zo and Goa (Mazola) yang memamerkan hewan-hewan unik peliharaan mereka. Bukan cuma anak-anak yang terpesona, orang dewasa pun terlihat antusias menyambangi satu demi satu stan.
"Ayah, lihat! Ular piton itu panjang banget," seru seorang anak sambil menunjuk ke seekor ular warna kuning di atas meja.
Memang, hewan-hewan eksotis yang dipamerkan bukan sembarangan. Ada berbagai spesies iguana warna-warni yang tampak anteng bertengger di batang kayu, kura-kura sulcata, hingga ular albino yang memukau pengunjung karena warnanya yang langka.
Tak hanya reptil, ada pula merpati hias yang bulunya lebat dan tertata seperti sedang ikut kontes kecantikan, ayam batik yang bulunya menyerupai motif batik klasik, entok eksotis, hingga kambing mini yang menggemaskan.
Namun juga menarik perhatian banyak orang adalah adanya posyandu kucing. Ya, tak hanya manusia, kucing pun mendapat perhatian lebih di ajang ini. Pengunjung bisa membawa kucing peliharaan untuk diperiksa kesehatannya gratis oleh dokter hewan.
Tidak sedikit yang memanfaatkan kesempatan ini untuk berkonsultasi tentang perawatan kucing dan vaksinasi.
Sementara itu di tengah lokasi pameran tampak anak-anak berkumpul riang dalam kegiatan minum susu gratis bersama. Gelak tawa dan wajah polos mereka menambah semarak suasana pagi itu. Menurut panitia, kegiatan ini bagian dari kampanye pentingnya gizi sejak dini dan mencintai hasil ternak lokal.
Acara tersebut dibuka langsung oleh Wakil Bupati Lamongan, Dirham Akbar Aksara. Dalam sambutannya, ia menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan sekadar pameran hiburan, melainkan wujud nyata kontribusi daerah dalam menyukseskan program ketahanan pangan nasional.
“Kegiatan ini merupakan bagian dari program ketahanan pangan yang sejalan dengan program pemerintah pusat. Edukasi seperti ini penting untuk membangun kesadaran masyarakat terhadap dunia peternakan dan kesehatan hewan,” ujar Dirham.
Sementara itu, Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Lamongan, Shofie Nurhayati menambahkan, bahwa pameran ini merupakan agenda rutin.
“Kami ingin terus memfasilitasi komunitas pencinta hewan di Lamongan agar dapat berkembang dan memberi manfaat positif. Ini juga ajang silaturahmi dan edukasi,” jelasnya.
Stan peserta pameran selanjutnya dipilih yang terbaik berdasarkan penampilan, kesesuaian dengan tema, dan kondisi hewan. Penilaian dilakukan oleh tim juri dari Jawa Pos Radar Bojonegoro, Fakultas Perikanan dan Peternakan Unisla, dan Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Lamongan.
Tak hanya stan pameran hewan, juga tersedia stan UMKM yang menjajakan produk hasil peternakan seperti susu murni, telur ayam kampung, olahan daging sehat, hingga kerajinan dari limbah ternak. Dengan begitu, kegiatan ini turut mendukung perputaran ekonomi lokal.
Melalui gelaran ini, pemerintah daerah membuktikan bahwa edukasi bisa dibalut dengan hiburan menarik. Anak-anak pulang dengan pengetahuan baru, komunitas pencinta hewan bisa berbagi pengalaman, dan warga Lamongan mendapatkan tontonan sekaligus tuntunan yang bermanfaat.
Pameran hewan eksotis ini bukan hanya soal hewan langka, tapi juga tentang cinta, perawatan, dan ketahanan pangan dari hulu hingga hilir. (feb)
Editor : Anjar D. Pradipta