LAMONGAN, Radar Lamongan - Sirih adalah jenis tanaman herbal yang dikenal akan segudang manfaatnya bagi kesehatan tubuh.
Tanaman dengan nama ilmiah piper betle linn ini cukup mudah dikembangbiakkan.
Abu Ali, salah satu pehobi tanaman di Lamongan menuturkan, terdapat beberapa jenis tanaman sirih, diantaranya sirih merah dan sirih hijau.
Pria 71 tahun ini tampak serius mengikat sulur atau rambatan sirih di penyangga kayu agar merambat dengan baik.
Cara perawatannya cukup sederhana, tutur Abu kepada Jawa Pos Radar Lamongan, kemarin (6/7).
Menurut dia, ada dua cara budidaya tanaman sirih. Pertama dengan cara cangkok.
Yakni jika sulur sudah panjang, lekukannya bisa dimasukan dalam pot atau polybag. Selanjutnya jika sudah tumbuh akar bisa dipotong.
Kedua dengan stek, yakni caranya dipotong batang yang sudah tua.
Selanjutnya potongan batang tersebut dimasukan kedalam botol air, yang nanti bisa keluar akarnya.
Sedangkan, untuk media tanam menggunakan kompos. Dalam perawatannya tidak boleh terlalu basah.
Sehingga, kondisi tanaman sirih tidak boleh terlalu basah ataupun kering.
Kalau terlalu basah akarnya nanti busuk, selain itu cocok diletakkan di tempat teduh, ujarnya.
Abu mengatakan, untuk tanaman sirih ini terkenal dengan manfaatnya untuk dibuat obat herbal.
Misalnya sirih merah dipercaya untuk mengatasi tekanan darah tinggi.
Saat anak mimisan bisa diatasi dengan memasukkan daun sirih ke lubang hidung.
Serta daun sirih juga menyembuhkan iritasi pada mata.
Mengolah daun sirih sesuai kepercayaan masyarakat, dengan mengambil daun ganjil mulai dari tiga daun, lima daun, atau tujuh daun.
Cara pengolahannya cukup direbus dengan air panas.
Kemudian kalau sudah dingin bisa disaring, baru diminum airnya, imbuhnya.
Ahli Gizi RS Permata Hati Lamongan, Regita Pangestuti Fajar Gustiayu Indah Cahyani menjelaskan, manfaat daun sirih hijau biasanya digunakan untuk menjaga organ kewanitaan, serta mengurangi nyeri haid.
Menjaga kesehatan gigi dan mulut, dan bisa juga digunakan untuk penyembuhan luka, katanya.
Sedangkan untuk daun sirih merah, bisa menjadi alternatif untuk menurunkan kolestrol. Asam urat dan hipertensi juga, terang Regita.
Senada, Kepala Instalasi Gizi RSUD Ngimbang, Lailatul Wakhidah, S.Gz, mengatakan, selain berbeda warna dan bentuk, kandungan sirih hijau dan merah juga berbeda.
Sirih hijau mengandung senyawa aktif seperti fenolik, flavonoid, tanin, dan minyak atsiri.
Kalau sirih merah mengandung senyawa aktif, seperti chavicol, kavikol, dan kariofilen, ujar Ida, sapaan akrabnya.
Dia menambahkan, manfaat sirih hijau untuk anti-inflamasi.
Selain itu mengurangi peradangan seperti arthritis dan anti-kanker, serta untuk membantu menghambat pertumbuhan dan penyebaran sel kanker.
Anti-diabetes, untuk membantu mengendalikan dan menstabilkan kadar gula darah, ucap Ida.
Sementara itu, untuk manfaat sirih merah sebagai antioksidan, membantu melawan radikal bebas, mencegah kerusakan sel dan penuaan dini, anti-parasit, dan untuk obat cacingan.
Perawatan kulit, untuk mengobati jerawat, dan mencerahkan kulit, ujarnya.
Editor : Anjar D. Pradipta