LAMONGAN, Radar Lamongan - Para pehobi rela mengucurkan dana ratusan ribu hingga jutaan rupiah, demi bisa memiliki ikan hias idaman.
Salah satu pehobi ikan hias di Lamongan, Dimas Pria Andika menunjukkan dua jenis ikan hias koleksinya yang memiliki harga cukup tinggi.
Antara lain ikan pari air tawar black diamond hybrid berukuran 14 centimeter (cm) - 15 cm berkisar antara Rp 2,5 juta per ekor. Serta ikan arwana silver albino berukuran 30 cm dibanderol Rp 450 ribu per ekor.
‘’Dua ikan ini memang cantik, sehingga memiliki harga yang lumayan,’’ ujar pehobi ikan asal Kelurahan Sukomulyo, Kecamatan/ Kabupaten Lamongan tersebut.
Dimas, sapaan akrabnya menjelaskan, perawatan dua ikan hias berbeda karakter tersebut cukup mudah.
Untuk ikan arwana silver albino perlu filtrasi yang baik, untuk menghindarkan dari penyakit hingga kematian. Tujuan filtrasi untuk mengangkat sisa kotoran ikan, serta menghilangkan bahan kimia di air.
Ada beberapa pakan yang disukai arwana silver albino.
‘’Seperti jangkrik, ulat hongkong, atau ikan-ikan kecil,’’ imbuhnya.
Sedangkan, ikan pari air tawar selama ini kurang familier bagi pehobi ikan di Kota Soto.
Sehingga, banyak yang tidak mengetahui perawatan ikan dengan nama latin urogymnus polylepis tersebut. Padahal, perawatannya cukup mudah.
‘’Cuma untuk pemberian heater atau penghangat disarankan tidak digunakan, karena karakter pari suka berenang di dinding akuarium. Kalau ada heater bakal terluka parinya,’’ katanya.
Pemberian pakan ikan pari ini bisa menggunakan pelet tenggelam, udang kupas, atau cacing. ‘’Udangnya saya kupas dan cuci lagi, cacing juga demikian, saya bersihkan dulu,’’ ucapnya.
Dimas mengaku untuk ikan pari yang dimiliki yakni habitat aslinya dari Sungai Amazon. Namun, di Indonesia pun ada habitat pari air tawar, seperti di Kalimantan.
‘’Cuma tidak sefamilier yang ini (ikan pari air tawar dari Sungai Amazon, Red),’’ ujarnya.
Dua ikan tersebut merupakan jenis predator, jadi cukup bandel dan tidak mudah terserang penyakit. ‘’Yang terpenting menjaga kulitas air, sama pemberian pakan yang steril, Insya Allah aman mas,’’ ujarnya.
Disinggung terkait harga ikan ini yang cukup tinggi. Dimas menjelaskan, bahwa masih jarang yang bisa membudidayakan, yang membuat ikan ini mahal.
Bahkan, diakuinya, harga sekarang termasuk sudah lebih terjangkau daripada empat tahun sebelumnya.
‘’Karena dulu masih impor, kalau sekarang sudah ada pehobi Indonesia yang bisa breeding (pembiakan, Red),’’ ujarnya. (sip/ind)
Editor : Anjar D. Pradipta