TURI, RADARLAMONGAN.CO – Puluhan warga Desa Pomahan Janggan, Kecamatan Turi, diduga mengalami keracunan setelah mengonsumsi menu makanan hajatan yang digelar oleh warga sekitar. Akibat kejadian tersebut, sejumlah warga harus menjalani perawatan di puskesmas hingga rumah sakit pada Jumat (19/12).
Mulanya puluhan warga dilaporkan mengalami gejala mual, muntah, dan pusing usai mengonsumsi sejumlah menu hajatan. Hingga saat ini, sebagian korban masih menjalani perawatan di beberapa puskesmas serta rumah sakit di Lamongan, sementara lainnya menjalani rawat jalan.
Kasat Reskrim Polres Lamongan AKP Rizky Akbar Kurniadi menjelaskan, pihaknya telah menerima laporan adanya korban yang diduga mengalami keracunan akibat kegiatan hajatan di wilayah Kecamatan Turi.
“Terdapat sedikitnya, 12 korban yang tengah dirawat di puskesmas dan rumah sakit dan 19 orang menjalani rawat jalan,” ucapnya.
Ia menambahkan, kegiatan hajatan tersebut dilaksanakan sejak Selasa (16/12). Namun, para korban baru berani menyuarakan insiden tersebut setelah adanya satu korban meninggal dunia. Hal itu disebabkan warga merasa tidak enak hati untuk mengadu atau bercerita, karena tuan rumah hajatan tengah berduka.
“Para korban sebelumnya merasa sungkan untuk mengadu karena tuan rumah sedang dalam suasana duka. Saat ini, pihak kepolisian tengah melakukan sejumlah penyelidikan dengan meminta keterangan sejumlah saksi dan para korban,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Desa Pomahan Janggan, Hasan Bisri, mengaku belum bisa memastikan penyebab pasti kejadian tersebut. Menurutnya, sejak pelaksanaan hajatan pada Selasa lalu, banyak warga yang mengeluhkan mual, muntah, dan pusing.
“Saya gak tau mas, apakah dari makanan hajatan karena anak saya juga sakit,” ucapnya saat dihubungi wartawan Radarlamongan.co melalui telepon.
Ia merinci, korban yang menjalani perawatan tersebar di sejumlah fasilitas kesehatan. Lima orang dirawat di Puskesmas Turi, satu orang di Puskesmas Sukodadi, satu orang di Puskesmas Pucuk, satu orang di Rumah Sakit Muhammadiyah, satu orang di RSUD Soegiri, dan satu orang di Rumah Sakit Blawi.
“Itu yang dirawat, sampai saat ini yang saya ketahui mas,” imbuhnya.
Tatik, salah satu korban yang dirawat di Puskesmas Turi, mengaku mulai merasakan gejala tak lama setelah mengonsumsi makanan dari acara hajatan tersebut.
“Setelah makan berkatan yang dibawa pulang suami, siangnya saya langsung mual, pusing, dan mencret (diare, red),” ungkap Tatik. (mal)
Editor : Anjar D. Pradipta