LAMONGAN, RADARLAMONGAN.CO – Duka menyelimuti keluarga besar Ultras Garuda. Djalu Ariel Fristianto (25), suporter Timnas Indonesia asal Desa Sugio, Kabupaten Lamongan, berpulang setelah menyaksikan laga skuad Garuda kontra Lebanon di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Surabaya, Senin (8/9) malam.
Djalu sempat mendapat perawatan di RSUD Bhakti Dharma Husada Surabaya, namun nyawanya tak tertolong. Jenazahnya kemudian dipulangkan ke Lamongan dan dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Desa Sugio pada Selasa (9/9) pagi, diiringi ratusan pelayat.
Sugiharto, ayah Djalu, masih sulit percaya putra sulungnya pergi begitu cepat. “Tidak ada firasat apa pun. Dia hanya pamit nonton bola. Anaknya memang sering nonton bola,” ucapnya dengan suara berat.
Djalu dikenal keluarga sebagai sosok yang pendiam, pekerja keras, dan sering membantu orang tua berdagang. Selain itu, almarhum juga memiliki hobi bermain sepak bola dan kerap menyempatkan diri menonton pertandingan bersama kawan-kawannya.
Kabar duka tersebut juga mengguncang sesama Ultras Garuda. Boy, rekan dekat Djalu, mengaku kehilangan sosok sahabat yang ramah dan rendah hati. “Kami sering nonton bareng. Rasanya sangat kehilangan,” kenangnya.
Kepergian Djalu meninggalkan duka mendalam, tidak hanya bagi keluarga, tetapi juga bagi komunitas suporter Timnas Indonesia. (jar)
Editor : Anjar D. Pradipta