Berita Utama Event Hobi Kriminal Lamongan Lamongan Banget Nasional Pendidikan Persela Politik Sportainment Tecno-Oto Wisata & Kuliner Wisata Kuliner

Program MBG Mandeg, Harga Bahan Kebutuhan Pokok di Lamongan Melandai 

Rika Ratmawati • Senin, 6 Juli 2026 | 13:00 WIB
Selama libur sekolah harga bahan kebutuhan pokok di Pasar Sidoharjo Lamongan mengalami penurunan. (GAMAL AYATULLAH/RADAR LAMONGAN)
Selama libur sekolah harga bahan kebutuhan pokok di Pasar Sidoharjo Lamongan mengalami penurunan. (GAMAL AYATULLAH/RADAR LAMONGAN)

LAMONGAN, RADARLAMONGAN.CO - Libur panjang sekolah membawa berkah tersendiri bagi konsumen bahan kebutuhan pokok di Lamongan.

Semenjak keran program makan bergizi gratis (MBG) ditutup sementara selama libur sekolah, pasokan barang ke pasar relatif aman.

Dampaknya, harga-harga komoditas yang sebelumnya sempat meroket kini berangsur turun.

Baca Juga: Surat Keputusan Kepengurusan DPC PKB Lamongan Masa Bakti 2026–2031 Turun 

Pantauan di Pasar Sidoharjo Lamongan, harga cabai rawit merah bulan lalu tembus Rp 75 ribu per kilogram (kg).

Kini harga bumbu berasa pedas itu hanya Rp 40 ribu per kg. Kemudian cabai merah dari Rp 60 ribu per kg, kini turun menjadi Rp 30 ribu per kg.

Rusmi, salah satu pedagang di Pasar Sidoharjo mengaku, penurunan harga bumbu dapur ini bertahap.

Baca Juga: Satu Bulan Lebih Hilang Kontak, Satpolairud Polred Lamongan Buka Posko Terpadu Pencarian KMN Entok 

Selain stok melimpah, kebutuhan di tingkat masyarakat turun. Sebelumnya terdongkrak momen Idul Adha dan hajatan.

Selain itu, untuk tengkulak besar yang sebelumnya banyak mensuplai ke dapur SPPG dan sementara masih libur sekolah.

‘’Kalau pedagang lebih senang harga turun, namun pembelian tetap tinggi,”ujarnya.

Senada, pedagang lainnya Zumrotul menuturkan, penurunan harga terjadi sejak awal libur sekolah.

Ketika program MBG beroperasi, permintaan bumbu dan sayur melonjak tajam karena diburu oleh para penyedia katering program tersebut.

Akibatnya, stok menipis dan harga melonjak, yang justru membuat daya beli ibu rumah tangga menurun.

‘’Sangat berdampak mas, seperti kali ini harga bahan pokok sangat stabil harganya semenjak libur sekolah,’’ ujar Zumrotul saat ditemui di lapaknya.

Namun, para pedagang dan pembeli kini mulai waswas harga bakal kembali melejit saat tahun ajaran baru dimulai nanti.

‘’Khawatir nanti saat masuk sekolah sudah beroperasi lagi (program MBG, red) dan mengalami kenaikan,’’ keluh Zumrotul.

Baca Juga: Jalan Santai Bersama Hewan Kesayangan Sedot Animo Masyarakat Lamongan. Jadi Sarana Edukasi dan Promosi Kesehatan Hewan 

Kondisi serupa diakui oleh Ani, pedagang sayur lainnya. Menurutnya, komoditas seperti wortel, kubis, selada, hingga kentang selalu kompak naik saat aktivitas sekolah aktif. Saat ini, seluruh harga sayuran tersebut masih terpantau normal.

‘’Kalau masuk sekolah, sayuran yang mengalami kenaikan Rp 10 ribu sampai Rp 15 ribu,’’ terangnya.

Imbas ketidakpastian harga ini juga dikeluhkan oleh sektor konsumen. Rahayu, salah seorang pembeli mengaku sudah bersiap memutar otak jika sekolah kembali masuk dan harga-harga kembali terkerek naik.

Demi menjaga dapur tetap ngebul tanpa over bajet, dia terpaksa akan mengurangi volume belanjaannya.

‘’Kalau naik, ya beli sekadarnya saja mas, tak banyak, karena disamakan dengan kebutuhan yang lainnya,’’ cetus Rahayu.

Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan Lamongan, Anang Taufik menjelaskan, untuk harga sudah mulai turun.

Namun belum signifikan, karena permintaan di Lamongan sebenarnya masih tinggi karena jumlah pedagang makanan cukup banyak.

Baca Juga: Jadi Peluang Usaha Menjanjikan, Berikut Cerita Peternak Kelinci di Desa Pangean, Kecamatan Maduran, Lamongan

Menurutnya, untuk harga ini setiap pasar tidak sama. Namun cukup terkendali, karena terus koordinasi dengan provinsi untuk melakukan operasi pasar.

‘’Harga berangsur turun dan permintaan tidak setinggi bulan lalu,” jelasnya. (rka/mal/ind)

Editor : Indra Gunawan
#bumbu dapur #lamongan #Mbg