LAMONGAN, RADARLAMONGAN.CO - Tinggal menghitung hari, bulan Ramadan tahun ini akan segera berlalu.
Bagi umat Islam terdapat anjuran meningkatkan ibadah pada detik-detik akhir Ramadan. Hal ini selaras dengan peristiwa Lailatul Qadar, malam yang diyakini lebih baik dibandingkan seribu bulan.
Peristiwa ini, sering dikaitkan dengan hitungan malam ganjil pada akhir Ramadan. Secara pasti, malam Lailatul Qadar tidak disebutkan kapan terjadinya.
Meski demikian, sebagian ulama memprediksi terjadinya Lailatul Qadar jatuh pada sepuluh malam terakhir Ramadan, dimulai dari malam 21.
Baca Juga: 29 Perlintasan KA di Lamongan Bakal Dijaga 24 Jam
Prediksi ini menjadikan alarm tersendiri bagi umat muslim untuk berlomba dalam menggapai kebaikan.
Mengutip dari berbagai sumber hadis, tanda malam Lailatul Qadar ditandai dengan beberapa fenomena alam.
Beberapa tanda berdasarkan hadis nabi, diantaranya pagi hari matahari tidak terlalu terik dan tampak bersinar tidak begitu cerah, suasana malam terasa tenang, dan kondisi udara tidak dingin dan tidak panas.
Meski demikian, prediksi berdasarkan gejala alam tidak bisa menjadi kepastian. Namun malam Lailatul Qadar menjadi motivasi bagi umat Muslim agar senantiasa memperbanyak ibadah selama bulan Ramadan, tanpa berfokus terhadap fenomena alam tertentu.
Di tengah kesibukan, proses mengejar malam Lailatul Qadar menjadi momen yang bernilai besar.
Bukan hanya sekadar perintah memperbanyak ibadah saja, malam ini menjadi waktu untuk mengistirahatkan tubuh dari beban pekerjaan.
Selain memperbanyak amalan-amalan wajib, amalan lain yang dapat kalian terapkan pada sepuluh malam terakhir Ramadan, diantaranya meluangkan waktu untuk ke Masjid, memperbanyak salat malam, memohon ampunan kepada Allah SWT, meningkatkan sedekah, membaca Alquran.
Dengan mempersiapkan diri untuk menambah ibadah wajib dan beberapa amalan yang disebutkan sebelumnya, seseorang diyakini akan mendapatkan keberkahan tersendiri dan menjadikannya dekat dengan sang pencipta. (mgg/ind)
Editor : Indra Gunawan