radarlamongan.co - jawaposradarlamongan - Meski realisasi serapan setara beras tahun 2025 tidak tercapai, Bulog memastikan target serapan tahun ini naik signifikan.
Kepala Bulog Subdivre III Bojonegoro, Tuban, Lamongan, Ferdian D Atmaja, mengatakan, target itu ditetapkan oleh pusat.
Pengadaan yang ditetapkan subdivre Bojonegoro setara 81 ribu ton beras.
Tahun lalu, targetnya 62 ribu ton setara beras dan terealisasi 48 ribu ton terasa beras.
“Kenaikan ini untuk menyerap gabah petani apabila bisa melakukan tanam berkelanjutan seperti tahun lalu,” ujarnya.
Ferdian merinci untuk serapan Bojonegoro. Yakni, 90 ribu ton gabah kering panen, 12 ribu ton gabah kering giling, dan 27 ribu ton beras.
“Nanti panen raya kita sudah siap untuk menyerap gabah maupun beras petani,” katanya.
Menurut dia, tahun lalu petani mendapatkan keberuntungan karena pola tanam padi tambah satu musim dari biasanya.
Jika sebelumnya hanya bisa tanam padi satu kali, maka bisa tanam dua kali karena intensitas hujan tinggi.
Salah satu alasan serapan tidak terealisasi karena harga yang ditetapkan lebih rendah dibandingkan di lapangan.
Harga pembelian pemerintah ditetapkan Rp 6.500 per kilogram (kg), sedangkan saat panen di lapangan harganya di atas itu. (rka/yan)
Editor : Arya Nata Kesuma