Berita Utama Event Hobi Kriminal Lamongan Lamongan Banget Nasional Pendidikan Persela Politik Sportainment Tecno-Oto Wisata & Kuliner Wisata Kuliner

Jelang Puncak Haji, Pemerintah Arab Saudi Lakukan Pengetatan, Jemaah Haji Diminta Perhatikan Visa Haji

Anjar Dwi Pradipta • Senin, 10 Juni 2024 | 21:06 WIB
RAMAI: Jemaah haji diimbau tidak melakukan aktivitas di Masjidil Haram, serta lebih memfokuskan kegiatan untuk Armuzna.(ist. / rdrlmg)
RAMAI: Jemaah haji diimbau tidak melakukan aktivitas di Masjidil Haram, serta lebih memfokuskan kegiatan untuk Armuzna.(ist. / rdrlmg)

LAMONGAN, Radar Lamongan - Jelang puncak haji, para jemaah diminta memperhatikan tanda pengenal.

Sebab, terdapat pengetatan dalam rangkaian ibadah di Arafah, Muzdalifah, Mina (Armuzna).

Jemaah haji diimbau untuk selalu membawa tanda pengenal, id-card, smart card, dan gelang.

Selain itu, para jemaah juga diminta download (mengunduh) visa haji.

Seperti diketahui, smart card sebagai salah satu akses masuk Armuzna.

Kasi Penyelenggara Haji dan Umrah (PHU) Kemenag Lamongan, Abdul Ghofur mengatakan, ada pembatasan ketat dari Pemerintah Arab Saudi terhadap jemaah di seluruh dunia.

Sehingga hampir rerata jemaah di Kabupaten Lamongan salat jemaah di Musala hotel. 

Terutama pengetatan dan antisipasi menjelang Armuzna, terangnya kepada Jawa Pos Radar Lamongan kemarin (9/6).

Ghofur mengatakan, petugas selalu mengingatkan agar masing-masing jemaah tidak lupa membawa tanda pengenal, serta memegang hasil download visa haji.

Ini petugas kloter kita mempunyai tugas download visa haji masing-masing Jemaah untuk antisiasi pengetatan, imbuhnya.  

Sambil menunggu proses Armuzna, pihaknya meminta jemaah haji istirahat dan menjaga kesehatan di hotel masing-masing.

Misalnya Salat Jumat kemarin dilakukan di hotel karena posisi Masjidil Haram sangat padat.

Sehingga mengimbau kepada jemaah untuk tidak melakukan aktivitas di Masjidil Haram, serta lebih memfokuskan kegiatan untuk Armuzna, katanya.

Ghofur menjelaskan, seluruh pengenal diri harus dipersiapkan, sebagai antisipasi terdapat salah satu yang terselip.

Misalnya jemaah belum menerima smart card, maka ada opsi dari Pemerintah Arab Saudi dengan menunjukkan visa haji resmi hasil download. 

Dia menjelaskan, alasan dilakukan pengetatan yakni sebagai antisipasi agar tidak terulang permasalahan tahun lalu.

Sebab, banyak jemaah haji yang tidak memiliki visa resmi bisa masuk ke Armuzna.

Jika tidak memiliki visa haji resmi bisa dideportasi dan didenda.

Puncak haji wukuf yang akan dilakukan pada Hari Sabtu (15/6), kemudian Idul Adha di Arab Saudi pada Hari Ahad Tanggal 16 Juni 2024, pungkasnya. (sip/ind)

 

Editor : Anjar D. Pradipta
#lamongan #puncak haji #arab saudi #jemaah haji