Advertisement
Advertisement
Advertisement

Pepes tanpa Ranjau, Obat Kangen Perantau

M
Penulis: M. Gamal Ayatollah❯

TANPA DURI: Pepes bandeng buatan Dyah Maya Sari menjadi salah satu obat kangen bagi warga Indonesia di Arab Saudi.
TANPA DURI: Pepes bandeng buatan Dyah Maya Sari menjadi salah satu obat kangen bagi warga Indonesia di Arab Saudi.


Advertisement

radarlamongan.co - jawaposradarlamongan - Bandeng dan Lamongan adalah dua hal yang tak terpisahkan. Namun, duri halus yang menyelinap di sela daging putihnya sering menjadi "ranjau" yang menyebalkan bagi penikmatnya. 

Dyah Maya Sari menangkap keresahan itu. Sejak 2021, dia meracik pepes yang tidak hanya bumbunya meresap sampai ke tulang, tapi juga ramah di mulut karena durinya sudah ditanggalkan dan di-packing frozen.

"Awalnya karena hobi masak. Lalu saya lihat pasar pepes bandeng frozen (beku) masih minim," ujar Dyah.

Advertisement

Prosesnya cukup panjang. Dia mencoba resepnya bersama keluarga.

Takaran bumbu yang pas kemudian dicatat dan dijadikan acuan saat penimbangan.

"Kalau bumbu ini, kebetulan saya hobi masak, saya salurkan bakat saya ke sini," imbuhnya. 

Advertisement

Bandeng awalnya dibersihkan. Setelah dibumbui, ikan dibungkus daun pisang lalu dikukus selama satu jam.

Balutan daun itu kemudian dilapisi lagi dengan alumunium foil dan dikukus kembali sebelum akhirnya masuk ke tahap pendinginan dan pengemasan plastik wrap.

Dyah harus melakukan "ritual" panjang agar pepes miliknya bebas bau tanah dan amis, serta memiliki daya tahan yang luar biasa untuk dikirim ke luar pulau bahkan luar negeri.

Di hari — hari biasa, dia memproduksi 30 - 50 pepes bandeng. Mendekati lebaran hingga menjelang para pemudik balik, produksinya meningkat.

"Paling banyak seperti saat ini untuk oleh — oleh, dan juga saat pemberangkatan haji," tuturnya. 

Pepes dari dapur rumahan di Lamongan ini sudah melanglang buana hingga ke Tanah Suci.

Dyah bercerita, produknya sering menjadi obat kangen bagi warga Indonesia di Arab Saudi.

"Pernah kirim ke Makkah, tapi lewat Madinah dulu. Di Madinah itu bakteri pembusuknya sedikit, jadi bisa tahan sampai tujuh hari di suhu ruangan," urainya. 

Ketahanan ini pula yang membuat salah satu restoran di Makkah jatuh hati. Setiap tiga bulan sekali, Dyah rutin mengirim minimal 200 biji pepes untuk memenuhi meja makan ekspatriat Indonesia di sana.

Bagi Dyah, sepotong pepes bandeng bukan sekadar lauk, melainkan jembatan rasa bagi mereka yang raga-nya di rantau, namun lidah-nya tetap di Jawa Timur. (mal/yan) 

Advertisement

Artikel Terkait

Hazel Ganendra F.M, Anggota Skuad Garuda Muda yang Tembus ke Final IHF Trofi Thailand 2026

Hazel Ganendra F.M, Anggota Skuad Garuda Muda yang Tembus ke Final IHF Trofi Thailand 2026

Hazel Ganendra F.M, mahasiswa asal Deket Kulon, Kecamatan Deket yang terpilih menjadi salah satu pilar timnas junior bola tangan Indonesia. 

 Atlet putri woodball Kabupaten Lamongan Tembus Tiga Besar Kejurprov

Atlet putri woodball Kabupaten Lamongan Tembus Tiga Besar Kejurprov

Pelatih Woodball Lamongan, M Mahfud Al Faizin, bersyukur atletnya mampu bersaing dengan atlet di kota besar. Dia berharap hasil ini akan menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kemampuan menjelang porprov 2027.

OPERASI PATUH SEMERU di Lamongan Sasar Delapan Pelanggaran Berpotensi Picu Kecelakaan Fatal

OPERASI PATUH SEMERU di Lamongan Sasar Delapan Pelanggaran Berpotensi Picu Kecelakaan Fatal

Kapolres Lamongan, AKBP Adhytiawarman Gautama Putra, mengatakan, Operasi Patuh Semeru 2026 dilaksanakan hingga bulan depan (8/11).

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer