Advertisement
Advertisement
Advertisement

Dari Tungku Babat, Terbang ke Langit Qatar

R
Penulis: Rika Ratmawati❯

GENERASI KETIGA: Elok Khasanah dengan produksi wingkonya yang menggunakan tungku berbahan kayu bakar.
GENERASI KETIGA: Elok Khasanah dengan produksi wingkonya yang menggunakan tungku berbahan kayu bakar.


Advertisement

radarlamongan.co - jawaposradarlamongan - Deru mesin bus dan truk yang membelah aspal jalan nasional Babat-Lamongan seolah tak pernah tidur.

Di antara bising knalpot dan kepulan debu jalanan itu, sebuah bangunan dengan warna kuning mencolok berdiri tegak. Di sana, tertulis nama yang sudah akrab di telinga para pengelana lintas kota: Wingko Hj. Elok 77.

Ada aroma yang menyelinap pelan di tengah hiruk pikuk jalan nasional itu. Wangi manis dan legitnya kelapa yang beradu dengan gula, menari-nari di udara, lalu menyergap indra penciuman siapa pun yang mendekat ke ruang produksi. Pembakarannya masih menggunakan tungku kayu. 

Advertisement

Hj Elok Khasanah, nama lengkap sang pemilik, adalah penjaga api tradisi. Dia merupakan generasi ketiga yang memegang tongkat estafet usaha yang sudah eksis sejak 1943.

Di tangannya, resep warisan sang nenek tak dibiarkan lekang oleh zaman. Elok tidak pernah merubah takaran dan jenis bahan-bahan baku yang digunakan sang nenek.

Perkembangan zaman, disikapi Elok dengan memilih jalan tengah. Produksinya semimanual. Di dapur itu, tungku masih setia membara.

Advertisement

Dulu, sang nenek menggunakan arang. Karena harga arang yang kian menjulang, kayu bakar kini menjadi pilihan untuk mematangkan adonan di dalam oven raksasa.

Asap dari kayu bakar inilah yang seolah memberikan "nyawa" dan aroma autentik pada setiap keping wingko yang dihasilkan.

Proses pengadukan dan pencetakan dibantu karyawan perempuan, sedangkan oven dikerjakan karyawan laki - laki.

Baginya, mesin memang bisa mempercepat, namun rasa adalah soal perasaan. Elok menggunakan mesin saat proses parutan kelapa. Namun, ritual lamanya: merendam beras ketan, tetap dilakukan. Bedanya, dulu dia harus menumbuk, maka sekarang menggunakan penggilingan.

“Prosesnya sedikit lebih lama tapi kualitas dan rasanya lebih terjaga,” tuturnya. 

Kesetiaan pada proses ini membuahkan hasil yang nyata. Wingko 77 mampu bertahan hingga lima hari tanpa sentuhan pengawet sedikit pun. Sebuah pembuktian bahwa cara lama seringkali lebih jujur daripada zat kimia.

Elok sadar, memimpin bisnis keluarga di tengah badai kenaikan harga bahan baku bukanlah perkara mudah. Namun, menjaga kepercayaan pelanggan yang juga sudah turun-temurun adalah harga mati.

Jika harga bahan baku masih bisa diantisipasi, maka dirinya tidak akan menaikkan harga wingkonya. Kecuali kenaikannya signifikan seperti kelapa tahun lalu. Dengan terpaksa, harga ikut naik.

Pada hari biasa, dapur ini mengolah 15 hingga 20 kilogram adonan. Saat akhir pekan, Sabtu dan Minggu, angkanya melonjak hingga 30 kilogram. Puncaknya saat lebaran, produksi bisa menembus angka satu kuintal setiap hari.

Kudapan bundar yang telah mengantongi sertifikasi halal dan izin Departemen Kesehatan, ini sudah melanglang buana, melintasi samudera hingga mendarat di Qatar.

Dengan harga yang bervariasi mulai dari Rp 22 ribu hingga Rp 50 ribu, Wingko 77 telah menjadi oleh - oleh yang bisa dinikmati berhari — hari. Wingko Hj Elok 77 menjadi salah satu bukti bahwa di balik modernitas yang serba cepat, ada tradisi yang terus dipelihara dengan penuh cinta dan kepulan asap kayu bakar yang abadi. (rka/yan) 

Advertisement

Artikel Terkait

Jembatan Kesambi Kecamatan Pucuk Mulai Proses Pemasangan Bore Pile 

Jembatan Kesambi Kecamatan Pucuk Mulai Proses Pemasangan Bore Pile 

Setelah proses pembongkaran struktur lama tuntas 100 persen, fokus pengerjaan di lapangan kini beralih pada pemasangan bore pile di dua sisi jembatan yang ada di jalan nasional Lamongan — Babat.

Keluhkan Penerangan Jalan Nasional Pucuk — Babat Lamongan

Keluhkan Penerangan Jalan Nasional Pucuk — Babat Lamongan

Kondisi penerangan jalan umum yang dibiarkan padam memicu kekhawatiran para pengguna jalan lantaran meningkatkan risiko kecelakaan saat malam hari

Pengerjaan Proyek Pengecoran Jalan Nasional Babat - Tuban Tunggu Koordinasi Rekanan

Pengerjaan Proyek Pengecoran Jalan Nasional Babat - Tuban Tunggu Koordinasi Rekanan

Pengerjaan proyek pengecoran jalan Nasional Babat - Tuban bakal berdampak kepadatan lalu lintas, Satlantas Polres Lamongan bersama Instansi terkait perlu duduk bersama untuk membahas titik rawan kemacetan.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer