Advertisement
Advertisement
Advertisement

Generasi Kedua, Inovasikan Wingko Varian Rasa

A
Penulis: Ahmad Asif Alafi❯

ANEKA RASA: Rubiahwaty tak hanya membuat wingko rasa original. Dia juga menyajikan varian rasa stroberi, nangka, hingga cokelat.
ANEKA RASA: Rubiahwaty tak hanya membuat wingko rasa original. Dia juga menyajikan varian rasa stroberi, nangka, hingga cokelat.


Advertisement

radarlamongan.co - jawaposradarlamongan - Aroma gurih kelapa bakar itu tak ubahnya sebuah undangan terbuka.

Ia menyergap siapa saja yang melintas di Jalan Panglima Sudirman Kelurahan Sidokumpul, Lamongan.

Di teras toko itu, deretan cetakan baja berjajar rapi di atas lidah api kompor yang menjilat konsisten.

Advertisement

Di sana, Wingko Sri Rahayu sedang menjaga nyala tradisi melalui adonan tepung ketan yang kini tak lagi sekadar rasa original, tapi juga mulai bersolek dengan varian rasa.

Sekilas, tampilannya tak berbeda dengan wingko pada umumnya. Bundar dan menebar aroma gurih kelapa bakar.

Namun, begitu gigi mendarat di kunyahan pertama, kejutan itu muncul dari balik tekstur kenyalnya. Ada jejak manis varian rasa seperti stroberi, legitnya nangka, hingga lumeran cokelat.

Advertisement

Rubiahwaty, pemilik Wingko Sri Rahayu, itu sebenarnya melanjutkan rintisan mertuanya sejak 1990. Dia melanjutkan usaha keluarga tersebut sejak 2016. Waty mengenang, awalnya wingko yang dijual hanya berasa original. Dia lalu mencoba menghadirkan variasi rasa durian, coklat, nangka, stroberi, dan keju.

"Saya coba aneka rasa, ternyata banyak peminatnya, akhirnya sampai sekarang,” kenangnya.

Sejak menjelang lebaran, penjualan wingkonya meningkat. Bisa (meningkat) sampai lebih dari 100 persen dibanding hari biasa. "Banyak yang beli untuk oleh-oleh saat mudik,” tuturnya.

Proses pembuatannya pun menuntut kesabaran. Campuran kelapa parut, tepung ketan, gula, dan sedikit garam harus dipanggang dengan api kecil agar matang merata.

"Untuk wingko kecil itu minimal satu jam baru mateng. Kalau wingko besar sekitar tiga sampai empat jam, lama, karena api harus kecil, biar bisa tanek," ujarnya.

"Best seller tetap yang original, karena kebanyakan orang masih suka rasa asli," imbuhnya.

Lia Zuliana, keponakan Waty yang turut membantu produksi, mengatakan, ide membuat wingko dengan berbagai rasa juga bertujuan menarik minat konsumen dari kalangan lebih muda.

"Supaya tidak hanya orang tua yang suka, tapi juga remaja. Makanya dibuat rasa stroberi, nangka, cokelat, durian, dan keju,” jelasnya.

Satu kotak berisi 10 buah wingko dijual Rp 25 ribu untuk varian original dan Rp 30 ribu yang varian rasa. "Harapan supaya semakin maju," harapnya.  

Pada akhirnya, sepotong wingko adalah cerita tentang ketekunan. Tentang bagaimana api kecil mampu mematangkan adonan, dan bagaimana sebuah rasa mampu melintasi generasi tanpa kehilangan jati diri. (sip/yan) 

Advertisement

Artikel Terkait

Gelar Istighosah Bersama, Mitra dan Relawan MBG di Lamongan Minta Kebijakan BGN Dievaluasi

Gelar Istighosah Bersama, Mitra dan Relawan MBG di Lamongan Minta Kebijakan BGN Dievaluasi

Kegiatan istighosah bersama yang diikuti mitra dan relawan dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) di SPPG Dlanggu, Dusun Glugu, Desa Dlanggu, Kecamatan Deket, Kabupaten Lamongan, Sabtu (7/11),

Petambak Kerapu dan Petani Melon di Lamongan Nikmati Manfaat Teknologi AIoT dari Komdigi

Petambak Kerapu dan Petani Melon di Lamongan Nikmati Manfaat Teknologi AIoT dari Komdigi

Penerapan teknologi digital Artificial Intelligence of Things (AIoT) dalam budidaya kerapu dan melon di Kabupaten Lamongan berjalan sukses.

Viral Video Siswa di Lamongan Bawa Ponsel Saat TKA, Kepala MA Al Muslimun Akui Kecolongan 

Viral Video Siswa di Lamongan Bawa Ponsel Saat TKA, Kepala MA Al Muslimun Akui Kecolongan 

Video diduga siswa di Lamongan menggunakan ponsel saat ujian tes kemampuan akademik (TKA) menghebohkan jagat media sosial X.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer