radarlamongan.co - jawaposradarlamongan – Persela Lamongan mulai keteteran untuk bersaing meraih tiket promosi ke Liga 1 musim depan.
Laskar Joko Tingkir yang baru mengemas 30 poin dan berada di urutan ke-6 klasemen sementara grup timur Liga Championship 2025/2026, terpaut 10 poin dengan Persipura Jayapura yang berada di urutan kedua.
Situasi di Persela makin sulit karena sejumlah pemainnya mengantongi kartu merah dan kuning.
Bahkan, striker Titan Agung dan gelandang asing John Mena dipastikan menepi dalam laga melawan tim tamu PSS Sleman (1/3) karena masih menjalani larangan bermain akibat kartu merah.
Pelatih Persela, Bima Sakti Tukiman, mengakui dalam beberapa kali pertandingan banyak anak asuhnya yang terkena kartu.
Dia sudah mengingatkan para pemainnya untuk mengontrol diri.
Namun, di lapangan mereka tetap tidak bisa mengontrol
. “Saya sudah ingatkan ke pemain untuk menjaga kontrol karena dampaknya luar biasa untuk tim,” jelas pelatih asal Balikpapan itu.
Menurut Bima, pemain ingin menunjukkan semangatnya di lapangan.
Namun, di luar kontrol. Dia berharap pemain lebih fokus melakukan yang terbaik untuk kemenangan tim.
Persela sudah melewati tiga kali pertandingan dengan 10 pemain.
Dengan sepuluh pemain, sangat sulit bagi tim untuk memberikan perlawanan maksimal.
Sebab, kinerja pemain lainnya semakin berat.
Selain itu, larangan bermain akibat sanksi kartu juga berpengaruh terhadap persiapan tim ke pertandingan berikutnya.
Bima berharap pemain belajar dari pengalaman sebelumnya. Sehingga bisa melakukan pertandingan dengan kepala dingin dan lebih enjoy lagi.
Bima berharap Persela bisa meraih hasil positif di sisa pertandingan putaran ketiga. Saat ini, persiapan terus dilakukan agar pemain bisa memperbaiki kesalahan sebelumnya.
“Kondisi pemain semua semangat, semoga bisa mendapatkan hasil terbaik,” katanya. (rka/yan)
Editor : Arya Nata Kesuma