SEMARANG, RADARLAMONGAN.CO – Laga pekan ke-19 Liga 2 Championship antara Persela Lamongan dan PSIS Semarang berakhir imbang 1-1. Pertandingan berjalan dramatis dengan sejumlah momen krusial yang menentukan hasil akhir.
Persela memimpin lebih dahulu pada menit ke-15 melalui gol Hambali Tholib yang memanfaatkan crossing Risqky Putro Utomo. Keunggulan itu sempat membuat Laskar Joko Tingkir berada di atas angin. Namun pada menit ke-37, situasi berubah setelah striker Titan Agung diganjar kartu merah oleh wasit Bangkit Sanjaya. Sejak saat itu Persela harus bermain dengan 10 orang dan lebih banyak berada dalam tekanan.
PSIS sebenarnya sempat menyamakan kedudukan lewat gol Otavio Dutra. Namun setelah pengecekan VAR, wasit memutuskan menganulir gol tersebut. Keputusan itu membuat skor tetap 0-1 dan laga kian memanas. Tuan rumah baru benar-benar menyamakan kedudukan pada menit 90+1 melalui Rafael Rodriguez yang memaksimalkan kemelut di depan gawang.
Pelatih Persela, Bima Sakti, mengaku tetap bersyukur meski kemenangan yang sudah di depan mata buyar di menit akhir. “Alhamdulillah kita bisa dapat satu poin. Memang sedikit kecewa karena kita sudah menang dan di menit akhir kita kebobolan. Dan ini menjadi evaluasi terus buat kita karena, ya kita sudah di depan mata tadi menang, tapi memang saya akui pemain juga merasa tertekan karena hanya bermain 10 orang. Dan kita tetap bersyukur karena kita juga tetap bisa dapat satu poin,” ujarnya.
Senada dengan yang diucapkan Bima Sakti, pemain Persela, Deva Naufel Ahnaf, mensyukuri hasil pertandingan, dan menegaskan laga berlangsung tidak mudah. “Alhamdulillah kita mendapatkan satu poin di sini. Seperti yang dikatakan Coach Bima, ini bukan pertandingan yang mudah karena kita sudah unggul tapi main dengan 10 pemain. Semoga kedepannya kita bisa lebih baik lagi. Ini menjadi evaluasi buat kita kedepannya. Terima kasih,” katanya.
Sementara itu, dari kubu PSIS, Pelatih Andri tetap mengapresiasi daya juang timnya. “Ya, yang pertama terima kasih ke semua pemain ya, yang sudah berjuang sampai menit terakhir. Walaupun hasilnya tidak sesuai apa yang kita inginkan yang seharusnya targetnya adalah tiga poin, tapi kami melihat determinasi, daya juang, itu menjadi sinyal positif untuk pertandingan selanjutnya. Ya sekali lagi, yang pertama saya harus berterima kasih ke semua pemain, semua staf yang sudah berjuang di pertandingan hari ini,” ucapnya.
Pemain PSIS, Gustur, pun tetap optimistis menatap delapan laga tersisa. “Hasil draw sangat disayangkan. Tapi entah kenapa saya yakin dengan tim ini. Tim ini berbeda dengan sebelumnya. Semua pemain kerja keras, ingin menang, dan kompak. Banyak peluang, bahkan gol Otavio Dutra dianulir VAR. Kalau itu jadi, mungkin ceritanya beda. Saat gol penyama kedudukan waktu tinggal lima menit, kita buru-buru cari gol kemenangan tapi belum berhasil. Saya yakin delapan laga sisa kita akan lebih baik,” ujarnya.
Tambahan satu poin membuat Persela masih tertahan di posisi keenam dengan 30 poin. Sementara PSIS kini mengemas 12 poin dan tetap berada di peringkat kesembilan zona playoff. (jar)
Editor : Anjar D. Pradipta