LAMONGAN, RADARLAMONGAN.CO – Persela Lamongan kembali menaruh kepercayaan pada talenta lokal untuk menambah kekuatan skuad musim ini. Dua pemain asli Lamongan, tepatnya dari Kecamatan Babat, resmi memperkuat tim Laskar Joko Tingkir. Mereka adalah Syarful Mudawam dan M. Afani Ubaidillah, dua sosok muda yang siap membuktikan kualitas di Liga 2 2025.
Syarful Mudawam bukan nama baru di tubuh Persela. Pemain yang berposisi sebagai bek sayap kanan ini sudah bergabung sejak musim 2022. Ia merupakan adik kandung dari mantan pemain Persela dan Persija Jakarta, Birul Walidain. Di musim ini, Syarful akan kembali bersaing memperebutkan tempat utama, terutama dengan nama Rafiud Drajat yang sama-sama menghuni posisi bek kanan.
"Kita berangkat ke Jogja, dalam keadaan semua urusan pemain sudah clear, termasuk yang berstatus regulasi U20, diantaranya Fani (Afani, Red)," ujar pelatih Persela Aji Santoso ketika dikonfirmasi terkait kebutuhan pemain Persela musim ini.
Sementara itu, Afani menjadi wajah baru di skuad musim ini. Pemuda jebolan Akademi Persela ini berhasil menembus skuad utama setelah lolos seleksi trial. Ia direkrut untuk memenuhi regulasi Liga 2 yang mewajibkan keberadaan pemain U-20.
Berposisi sebagai gelandang, Afani menghadapi persaingan ketat dengan pemain-pemain senior berpengalaman seperti Hambali Tholib, Arya Gerryan, Jonathan Bustos, hingga Hendro Siswanto.
"Jadi yang saya mau, meski kita didukung pemain berkualitas, untuk meraih prestasi tidak hanya ditujang kualitas pemain saja, banyak faktor penujang diantaranya kekompakan, kedisiplinan, dan kerja keras," tambah Aji.
Meski begitu, Afani mendapat sedikit angin segar dari regulasi U-20. Jika aturan masih sama seperti musim lalu, di mana pemain berusia di bawah 20 tahun wajib bermain selama 90 menit penuh dalam satu pertandingan, maka peluang Afani untuk mencicipi menit bermain terbuka lebar. Apalagi, saat ini Persela juga memiliki beberapa pemain muda lain yang masuk kuota U-20, seperti Hanif, Novel, dan penjaga gawang Rifky Tofani.
Kehadiran Syarful dan Afani tidak hanya memperkuat kedalaman tim, tetapi juga menjadi representasi nyata kepercayaan Persela terhadap putra daerah dan sebagai penerus sang legenda, Choirul Huda. Dengan dukungan suporter dan semangat membela tanah kelahiran, keduanya diharapkan mampu menunjukkan performa terbaik dan membawa Persela kembali bersaing di papan atas. (jar)
Editor : Anjar D. Pradipta