radarlamongan.co - jawaposradarlamongan - Tri Kristiani menjadi salah satu pegiat seni asli Lamongan yang sangat menginspirasi.
Dia yang mempelopori dan menciptakan tari boran, tarian khas Lamongan di kancah nasional.
Tari boran yang ditampilkan masal oleh 1.569 penari, terdiri atas siswi jenjang SD, SMP, dan SMP, kala itu tidak lepas dari tangan dingin Tri Kristiani, yang sehari - hari menjadi guru seni budaya tersebut.
Bahkan, kegiatan kesenian bertajuk Lamongan Menari ini berhasil memecah rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI).
Selain tari boran, Tri Kristiani juga menciptakan inovasi dalam bentuk karya tari sebagai wujud loyalitas untuk lembaga dan daerahnya.
Dengan segudang inovasi dan kreativitas karya seni yang bermakna untuk pendidikan, Tri Kristiani tercatat sebagai guru berprestasi tingkat Provinsi Jawa Timur.
Karya seni pertunjukannya yang berjudul The Legend of Dewi Sri pada acara Festival Seni Internasional (FSI) di Jogjakarta berhasil meraih nominasi karya guru terbaik FSI 2010.
Tari caping ngacak salah, karyanya yang lain, berhasil mendapatkan juara 1 Festival Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) tingkat nasional di Bandung.
Belum lagi prestasi - prestasi lainnya yang ditorehkan guru kelahiran Lamongan tersebut.
“Saya berharap karya yang sudah saya ciptakan bisa bermanfaat, menginspirasi, dan tentunya bisa dikembangkan dengan baik oleh siswa maupun daerah,” harapnya.
Karya - karya Tri Kristiani memang bernilai seni tinggi.
Wajar bila penikmat seni tingkat nasional bahkan internasional mengagumi karyanya.
Tri Kristiani berharap, karya yang dihasilkan bisa mewakili penggambaran identitas daerah, yakni Lamongan.
Semoga ke depan semakin banyak ruang untuk seni bagi pelajar, guru seni, dan seniman Lamongan dalam mengembangkan kreativitasnya. (mer)
Editor : Arya Nata Kesuma