Berita Utama Event Hobi Kriminal Lamongan Lamongan Banget Nasional Pendidikan Persela Politik Sportainment Tecno-Oto Wisata & Kuliner Wisata Kuliner

Kuro Belum Bisa Dibuka, 17 Pompa Digeber untuk Atasi Banjir di Lamongan

Rika Ratmawati • Sabtu, 21 Februari 2026 | 10:00 WIB

KUNJUNGI LOKASI: Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi, bersama Deputi Bidang Penanganan Darurat BNPB, Budi Irawan, melihat dari dekat pintu kuro sekaligus optimalisasi pompa.
KUNJUNGI LOKASI: Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi, bersama Deputi Bidang Penanganan Darurat BNPB, Budi Irawan, melihat dari dekat pintu kuro sekaligus optimalisasi pompa.

radarlamongan.co - jawaposradarlamongan — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lamongan intens mengaktifkan seluruh pompa untuk penanganan banjir yang saat ini melanda lima kecamatan, yakni Kalitengah, Deket, Turi, Karangbinangun, dan Glagah. Salah satu langkah tercepat dengan optimalisasi pompa.

Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi, mengatakan, pompanisasi merupakan langkah efektif yang bisa dilakukan untuk menurunkan debit air.

Hingga kemarin (20/2) masih ada selisih 66 centimeter (cm) sehingga pintu kuro tidak bisa dibuka.

“Langkah yang bisa kita lakukan sekarang pompanisasi, untuk mengurangi dengan cara lain masih belum efektif,” ujar Bupati Yes saat mendampingi Deputi Bidang Penanganan Darurat BNPB Budi Irawan ketika meninjau wilayah terdampak banjir di Dusun Meluke Desa Sidomulyo Kecamatan Deket Lamongan.

Bupati Yes menuturkan, selisih kuro dalam dan luar masih tidak memungkinkan untuk dikeluarkan secara optimal.

Dia berharap intensitas hujan menurun dalam beberapa hari agar pengendalian debit air bisa berjalan maksimal.

Banjir yang terjadi di kawasan Bengawan Jero merupakan fenomena tahunan. Faktor utamanya, hujan.

Seluruh aliran air dari 15 kecamatan bermuara ke Bengawan Solo, yang menjadi satu - satunya pembuangan utama dengan pintu kuro sebagai titik kunci.

Ketika pintu kuro tidak bisa dibuka karena tingginya debit air Bengawan Solo, maka air tersebut akan berimbas ke permukiman dan pertanian.

Menurut Bupati Yes, luapan waduk Gondang ikut memperbesar debit air menuju Bengawan Jero.

Pendangkalan waduk menyebabkan kapasitas tampung terus menurun hingga 65 persen.

Upaya pendalaman waduk dan normalisasi sungai terus dilakukan bekerjasama dengan BBWS.

Saat ini, 15 pompa sudah beroperasi di lapangan ditambah dua pompa aktif lainnya.

Rata-rata pompa mampu mengeluarkan air selama 14 jam per hari dengan kapasitas 549 liter/detik.

Deputi Bidang Penanganan Darurat BNPB, Budi Irawan, mendukung percepatan penanganan banjir. BNPB menambah satu unit pompa mobile dengan kapasitas 500 liter/detik, lima unit perahu, dan tenda untuk memperkuat penanganan.

“Kami ingin masalah banjir di Lamongan bisa segera terselesaikan. Yang paling penting adalah menambah pompa dan melihat kemungkinan penggunaan pompa berkapasitas besar agar air di daerah terdampak bisa teratasi,”tuturnya.

Kepala Dinas PU Sumber Daya Air dan Bina Konstruksi Lamongan, Erwin Sulistya Pambudi, menjelaskan, percepatan pembangunan waduk Karangnongko di Bojonegoro dan Blora menjadi bagian dari solusi jangka panjang untuk menahan air kiriman dari hulu.

Selanjutnya, didukung dengan normalisasi sungai di wilayah Bengawan Jero yang dijadwalkan akan berlangsung tahun ini dan tahun depan.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Yes bersama Deputi Bidang Penanganan Darurat menyalurkan bantuan logistik berupa 250 kg beras. Bantuan tersebut diserahkan merata untuk Desa Sidomulyo (Deket) dan Desa Kuro (Karangbinangun). (rka/yan)

Editor : Arya Nata Kesuma
#Bengawan Jero #Pompanisasi #bengawan solo #Dinas PU Sumber Daya Air dan Bina Konstruksi Lamongan #Pemkab Lamongan #bnpb #Pintu Kuro #Bupati YES