
radarlamongan.co - jawaposradarlamongan - Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi, memaparkan dua inovasi unggulan Pemkab Lamongan dalam tahapan penilaian Innovative Government Award (IGA) 2026 untuk regional Jawa-Bali.
Di hadapan tim penilai yang dimoderatori Kepala Pusat Strategi Kebijakan Kewilayahan Kemendagri, T.R. Fahsul Falah, Bupati Yes menegaskan komitmen Pemkab Lamongan dalam melahirkan inovasi yang berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat.
Dalam presentasi secara virtual dari ruang kerjanya, Rabu (4/11), keberhasilan program inkubasi wirausaha muda Megpreneur dan aplikasi layanan kesehatan SIMas KDP dipaparkan runut.
Baca Juga: Membanggakan, Pemkab Lamongan Raih IGA AWARD 2025
Inovasi Megpreneur hadir sebagai jawaban atas tantangan pengangguran dan kemiskinan melalui pembinaan serta penguatan UMKM local dan wirausaha muda.
Program ini mengubah pola pelatihan konvensional menjadi ekosistem inkubasi wirausaha terpadu.
Bupati Yes menyebut, sejak diluncurkan 2022, Megpreneur telah melibatkan 590 tim atau 1.537 wirausahawan muda dengan gelontoran anggaran mencapai Rp 2,6 miliar.
Baca Juga: Simaya dan Laserku Masuk Nominasi IGA 2025, Bupati Yes Paparkan Keunggulan Dua Inovasi Ini
Program ini sukses menyerap 1.683 tenaga kerja lokal. Rata - rata omzet peserta yang awalnya Rp 3,5 juta di tahun 2022, kini meningkat pesat.
Inovasi ini turut memicu lonjakan pelaku usaha mikro dari 33 ribu menjadi 157 ribu unit.
“Program ini turut mendorong pertumbuhan ekonomi daerah dari 3,43 persen menjadi 5,40 persen,” ujar Bupati Yes.
Di sektor kesehatan, Bupati Yes menjagokan aplikasi SIMas KDP besutan Puskesmas Kedungpring.



