Berita Utama Event Hobi Kriminal Lamongan Lamongan Banget Nasional Pendidikan Persela Politik Sportainment Tecno-Oto Wisata & Kuliner Wisata Kuliner

Dari Rinjani ke Hutan Amazon: Perang Komentar Netizen Brasil vs Indonesia

Anjar Dwi Pradipta • Senin, 30 Juni 2025 | 07:41 WIB
Photo
Photo

RADARLAMONGAN.CO - Insiden yang menimpa pendaki asal Brasil, Juliana Martins, di Gunung Rinjani, NTB, memicu gelombang reaksi besar dari netizen Negeri Samba. Ribuan komentar membanjiri akun Instagram Presiden Prabowo Subianto, mayoritas menyoroti proses evakuasi yang dilakukan tim SAR terhadap Juliana.

Komentar bertagar #savejuliana hingga #Presidentolongbantu! membanjiri unggahan Prabowo sejak sepekan yang lalu, senin (23/6). Tidak sedikit pula yang mempertanyakan kesiapan SAR Indonesia dalam menangani pendaki asing.

“Apakah negara Anda punya helikopter? Kami mohon bantu Juliana!” tulis akun @thais.veras.18.

“Please, Mr. President. Help Juliana. She’s in danger!” tambah akun @kamillamaia.

Insiden bermula pada Jumat (20/6), saat wisatawan asal Brazil bernama Juliana Marins melakukan pendakian bersama rekan-rekannya. Ia disebut kelelahan dan memutuskan beristirahat, namun tak lama kemudian ia tergelincir dan jatuh sekitar 300 meter ke dalam jurang.

Keesokan harinya, drone pencari sempat merekam Juliana masih dalam kondisi hidup, memanggil pertolongan dari dasar jurang. Sayangnya, cuaca buruk dan medan ekstrem menyulitkan proses evakuasi.

Pada hari Sabtu (24/6), tim SAR akhirnya berhasil mengevakuasi Juliana. Namun nahas, ia ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa.

Kejadian nahas tersebut menjadi  sorotan media asing. Tragedi yang menimpa Juniana juga memicu gelombang komentar dari netizen Brasil di akun media sosial Presiden RI Prabowo Subianto.

Tak butuh waktu lama, warganet Indonesia merespons balik. Namun yang menarik, respons itu tak hanya muncul di media sosial, tapi juga merembet ke tempat yang tak terduga: kolom ulasan Google Maps Hutan Amazon di Brasil.

Balas Netizen Indonesia di Kolom Ulasan Hutan Amazon.

Beberapa komentar yang tertulis di ulasan Hutan Amazon justru menyisipkan sindiran atau guyonan absurd menggunakan Bahasa Indonesia. Salah satunya dari akun Mr dude yang menulis.

“Sayang banget, jauh-jauh ke situ ternyata tidak jual tahu bulat, laper banget cuman bisa makan kura-kura satu kaki hybrid.”

Tak hanya meninggalkan komentar kocak, netizen Indonesia juga memberi bintang 1 dalam ulasan hutan amazon di Google Maps. Komentar lain dari akun syahilham10 menyebut Amazon sebagai tempat berbahaya.

“Sangat berbahaya, banyak orang mati di hutan ini.”

Namun yang paling menyita perhatian datang dari akun Wibisana Sakti, yang menyinggung langsung soal insiden Rinjani.

“Kalau pemula jangan berkehendak untuk menanjak Rinjani, yang salah seseorang, yang dikasih nilai buruk tempatnya, no RIP for Juliana Martins.”

Dari Rinjani ke Amazon: Perang Komentar Tanpa Batas Lokasi

Komentar-komentar tersebut memperlihatkan bagaimana netizen Indonesia membalas sindiran atau tekanan dari netizen Brasil, namun menyampaikannya lewat jalur yang tidak biasa.

Bukannya membalas langsung di Instagram atau Twitter, mereka menyasar kolom ulasan tempat wisata terkenal di Brasil, yakni Hutan Amazon.

Fenomena ini sempat viral di media sosial, dan mengundang reaksi pro-kontra.

Ada yang menilai itu sebagai bentuk kekompakan dan selera humor khas netizen Indonesia, namun tak sedikit pula yang menyayangkan cara tersebut karena dianggap tidak pantas dan menyesatkan platform publik.

Dari tragedi Rinjani hingga kolom ulasan Hutan Amazon, perang komentar lintas negara menunjukkan betapa kuatnya pengaruh media sosial di era digital. Tapi di balik kecepatan jari, etika dan empati tetap penting. Guyonan boleh, asal tahu tempatnya. (jar)

Editor : Anjar D. Pradipta
#google maps #hutan amazon #presiden prabowo subianto #brazil #indonesia #rinjani #netizen #amazon #gunung rinjani #instagram