Berita Utama Event Hobi Kriminal Lamongan Lamongan Banget Nasional Pendidikan Persela Politik Sportainment Tecno-Oto Wisata & Kuliner Wisata Kuliner

Harga Cabai Merangkak Naik

Arya Nata Kesuma • Kamis, 13 Juni 2024 | 17:42 WIB
HARGA MULAI NAIK: Cabai yang dijual di Pasar Sidoharjo, Lamongan. Kenaikan harga cabai disebabkan sebagian petani gagal panen. (DOK/RADAR LAMONGAN)
HARGA MULAI NAIK: Cabai yang dijual di Pasar Sidoharjo, Lamongan. Kenaikan harga cabai disebabkan sebagian petani gagal panen. (DOK/RADAR LAMONGAN)

LAMONGAN, Radar Lamongan - Harga cabai di sejumlah pasar tradisional di Lamongan merangkak naik.

Cabai besar yang harganya Rp 30 ribu per kilogram (kg), kini menjadi Rp 50 ribu per kg.

Sedangkan cabai rawit yang semula harganya Rp 22 ribu per kg, kini menjadi Rp 40 ribu per kg.

Rusmi, salah satu pedagang Pasar Sidoharjo, Lamongan, mengatakan, sejumlah pedagang memilih tidak menyetok cabai dalam jumlah besar.

Alasannya, risiko busuk.

Rusmi menilai kenaikan harga cabai itu masih normal.

Biasanya, kenaikan bisa menyentuh angka Rp 80 ribu per kg dan stoknya terbatas.

Dia berharap stok cabai selalu aman karena kebutuhan bumbu berasa pedas itu cukup tinggi di Lamongan.

Menurut Rusmi, kenaikan harga cabai itu mengikuti harga dari tengkulak.

Saat ini, hanya cabai yang harganya naik.

Sebab, harga bawang merah justru mulai turun, dari Rp 38 ribu per kg menjadi Rp 35 ribu per kg.

Penurunan harga itu karena stok melimpah dan petani mulai panen.

“Harga bawang merah sempat melejit beberapa waktu lalu, sekarang bergeser ke cabai tapi masih normal,” jelasnya.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Lamongan, Anang Taufik, mengatakan, stok menjadi penyebab harga bumbu dapur yang tidak stabil.

Dari hasil koordinasinya dengan berbagai pihak, kenaikan harga cabai rawit dan merah besar disebabkan gagal panen.

Pergantian musim ini membuat petani cabai banyak yang gagal karena tanamannya mati.

Akibatnya, harga di tingkat konsumen ada kenaikan.

Kita tidak bisa mengandalkan kiriman dari petani lokal saja karena kebutuhan pedagang sangat besar.

"Jadi kiriman luar kota paling banyak,” terangnya.

Selama ini, Lamongan mengandalkan kiriman dari Kediri, Blitar, dan Tuban.

Anang menambahkan, komoditi lain masih aman.

Dia terus mengecek antara kebutuhan dan stok.

Jika ada kenaikan, maka harapannya tidak sampai menyulitkan pembeli. (rka/yan)

Editor : Arya Nata Kesuma
#harga #cabai #merangkak naik