LAMONGAN, RADARLAMONGAN.CO - Komisi C DPRD Lamongan mendorong retribusi parkir bisa mencapai target, serta meminta Dishub Lamongan mencari solusi terkait keluhan parkir berlangganan yang masih ditarik.
Ketua Komisi C DPRD Lamongan, Mahfud Shodiq menjelaskan, realisasi retribusi parkir baru terealisasi 72,78 persen. Sehingga, pihaknya meminta agar target bias terpenuhi seratus persen.
‘’Target retribusi telah ditetapkan, jadi tidak ada alasan tidak bisa terpenuhi, maka kami minta kerja secara maksimal dan optimal oleh Dishub,’’ ucapnya.
Mahfud menampung banyak terjadi keluhan, yang membuat persoalan parkir ini cukup rumit. Masyarakat merasa sudah bayar retribusi parkir berlangganan ketika bayar pajak kendaraan, tapi saat parkir masih harus bayar.
‘’Makanya kami minta hal seperti itu jangan sampai terjadi. Kami juga minta area parkir berlangganan diperjelas, sehingga masyarakat tahu dan tidak merasa dirugikan lagi,’’ ujarnya.
Anggota Komisi C DPRD Lamongan, Umar Buwang mengatakan, pihaknya bakal mengkaji ulang dengan dinas terkait. ‘’Mungkin nanti minta waktu Dishub Lamongan untuk paparan urusan ini,’’ ucapnya.
Salah satu masyarakat Lamongan, Novriandi Joshua merasa kecewa. Sebab, dia merasa sudah membayar retribusi parker berlangganan saat perpanjangan STNK. ‘’Ya kecewa, harapan saya ada tulisan itu (area parkir berlangganan, red) tidak ditariklah,’’ ujarnya.
Kepala Dishub Lamongan, Dianto Hari Wibowo menjelaskan, realisasi retribusi parkir mulai Januari hingga Selasa (11/11) sebesar 72,78 persen. Dianto, sapaan akrabnya menjelaskan, untuk target retribusi parkir berlangganan yakni Rp 8,9 miliar lebih.
Sedangkan target retribusi parkir harian Rp 305 juta. Untuk realisasi parkir berlangganan Rp 6,5 miliar, serta untuk harian Rp 234 juta. ‘’Untuk parkir harian sebisa mungkin target tercapai,’’ ucap Dianto. (sip/ind)
Editor : Anjar D. Pradipta