Berita Utama Event Hobi Kriminal Lamongan Lamongan Banget Nasional Pendidikan Persela Politik Sportainment Tecno-Oto Wisata & Kuliner Wisata Kuliner

Dewan Soroti Insiden Belasan Siswa Keracunan, Janji Hearing dan Sidak MBG

Ahmad Asif Alafi • Jumat, 19 September 2025 | 15:50 WIB
Suasana dapur SPPG Jetis tampak sepi, DPRD berencana akan lakukan sidak.
Suasana dapur SPPG Jetis tampak sepi, DPRD berencana akan lakukan sidak.

LAMONGAN, RADARLAMONGAN.CO - Pihak RS Islam Nashrul Ummah (RSI NU) Lamongan mengindikasikan, penyebab belasan siswa SMAN 2 (SMADA) Lamongan yang keracunan diduga berasal dari menu makan bergizi gratis (MBG) yang dibagikan di sekolah, Rabu (17/9).

Menanggapi insiden itu, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Lamongan bakal melakukan evaluasi bersama Pemkab Lamongan. Selain itu, legislatif bakal melaksanakan hearing dan sidak, agar kejadian serupa tak terjadi lagi.

Wakil Ketua II DPRD Lamongan, Husen meminta kepada pengelola dapur untuk mentaati prosedur dalam menjalankan palaksanaan MBG. ‘’Jangan menganggap sepele terhadap urusan masak-memasak, dampaknya cukup besar dan bahaya. Apalagi ada pikiran, ini bantuan dan gratis, lalu lalai dalam tugasnya,’’ tegas Ketua DPC PDI Perjuangan tersebut.

Menurut Husen, peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) tim gizi menjadi hal yang perlu diperhatikan, agar profesional dalam melaksanakan tugasnya.

Pihaknya meminta agar pihak sekolah juga diimbau menyiapkan tenaga khusus yang bertugas memeriksa setiap makanan datang. ‘’Bisa melibatkan tim UKS yang sudah dilatih, sehingga makanan datang tidak langsung disajikan ke peserta didik,’’ ujarnya.

Husen mengatakan, program MBG tetap harus berjalan, karena ini program prioritas Presiden RI, demi masa depan generasi berkualitas. Namun, pelayanan dan kualitas sajian harus terus diperbaiki.

‘’Kami juga melakukan evaluasi bersama pemerintah daerah terkait pelaksaan MBG di Lamongan melalui hearing. Guna mendapatkan masukan positif dari berbagai pihak,’’ ucapnya.

‘’Selain hearing, juga sidak, karena itu kewenangan yang bisa kami jalankan. Untuk bahan membuat pertimbangan dan desakan kepada pemerintah,’’ sambungnya.

Sekretaris Komisi D DPRD Lamongan, Ali Makhfudl menyayangkan adanya belasan siswa keracunan MBG. Ali, sapaan akrabnya mengatakan, bila benar ada indikasi insiden tersebut dari menu MBG, maka pihaknya minta adanya monitoring dari dinas terkait. Sehingga insiden tersebut tidak terulang kembali.

‘’Ini sebenarnya program yang sangat baik, tapi jika banyak masalah, termasuk tingkat higienis, menu makanan sering mengakibatkan keracunan, maka perlu dievaluasi,’’ imbuhnya.

‘’Kami berharap MBG ke depan benar-benar bisa memberikan manfaat yang signifikan, di samping menyehatkan, juga bisa mengurangi beban orang tua siswa, terutama dalam hal mengurangi jatah uang jajan bagi anak-anaknya,’’ tutur politisi F-PAN tersebut. (sip/ind)

Editor : Anjar D. Pradipta
#siswa keracunan #dprd lamongan #lamongan #Makan Bergizi Gratis (MBG) #Mbg