
radarlamongan.co - jawaposradarlamongan - Kasus demam berdarah (DB) di Lamongan masih tinggi.
Selama Januari - April, Dinas Kesehatan (Dinkes) Lamongan, menemukan 437 kasus.
Penderitanya 233 laki - laki dan 204 perempuan.
Dari jumlah kasus itu, dua orang meninggal.
Kabid Pencegahan, Pengendalian Penyakit Menular Dinkes Lamongan, dr Mafidhatul Laely, mengatakan, kebiasaan masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan perlu ditambah.
“Kasus ini paling banyak di Brondong (74 kasus). Jadi kita harus lebih waspada dan meningkatkan pencegahan,” jelasnya.
Menurut dia, jika seseorang sudah dinyatakan DB, maka sebaiknya langsung melapor ke petugas desa setempat.
Tujuannya, memutus rantai penularannya dengan menjaga kebersihan di lingkungan sekitar.
Fidha menjelaskan, DB merupakan salah satu penyakit yang penularannya mudah melalui gigitan nyamuk.
Jika sudah ditemukan kasusnya, maka harus dilakukan skrining agar nyamuk tidak pindah ke tempat lain.
Dia berharap masyarakat tetap membiasakan pola hidup sehat, lingkungan bersih, dan mengurangi penggunaan barang bekas.
Sebab, barang bekas yang tidak terpakai, kemudian terkena air hujan, maka bisa menjadi sarang nyamuk.
Berdasarkan data Fidha, selama dua tahun ini kasus DB cukup tinggi di Lamongan.
Dinasnya terus meningkatkan sosialisasi di bawah melalui kader dan bidan desa.
Dia berharap angka penularan bisa ditekan dan jumlah kasus menurun.
“Jika kita sudah menerapkan pola hidup sehat, maka kekebalan tubuh akan terbentuk dan tidak mudah sakit,” terangnya. (rka/yan)



